Jakarta: Sebuah peristiwa naas terjadi di salah satu rumah sakit rujukan nasional di kota Bandung, Jawa Barat. Seorang bayi nyaris dibawa oleh orang asing atau orang yang tidak dikenal, yang diduga diserahkan oleh pihak perawat rumah sakit. Kasus ini pun menimbulkan kekhawatiran serius terhadap keamanan di fasilitas kesehatan. Serta terdapat perbedaan versi kronologi antara pihak keluarga dan juga otoritas terkait.
Lalu apa langkah yang telah diambil untuk mengungkap kasus ini? Dan inilah pemirsa informasi selengkapnya untuk Anda. Kita lihat dari kronologi yang disampaikan oleh pihak ibu dari bayi yang hampir dibawa orang tak dikenal ini.
Kronologi kejadian
Peristiwa terjadi di
RSUP Dr. Hasan Sadikin Bandung, tepatnya pada 8 April 2026. Ibu sang bayi bernama Nina Saleha, membagikan kronologi peristiwa ini yang bahkan sempat viral di media sosial. Nah kalau menurut Nina saat itu putranya sakit dan dirawat di ruang ICU neonatal atau NICU.
Kondisinya anaknya sudah membaik dan sudah bisa pulang. Namun orang tua harus menunggu proses administrasi kepulangan terlebih dahulu. Nina pun mengaku hendak makan sambil menunggu proses kepulangan bayinya.
Tapi kejadian tidak terduga pun terjadi. Saat Nina hendak mengecek anaknya ternyata bayi tersebut sudah tidak ada di inkubator. Dan setelah itu Nina juga melihat atau mendapati bayinya ini dibawa oleh orang yang tidak dikenal.
Dan lebih mengkhawatirkan lagi gelang identitas bayi tersebut sudah dilepas. Ada berbagai kejanggalan yang juga dialami oleh Nina ketika ia hendak melapor adanya dugaan anaknya dibawa oleh orang lain.
Orang tua bayi soroti SOP pengamanan
Bahwa dalam kronologi yang dijabarkan oleh Nina ia menyoroti minimnya respons cepat dari pihak rumah sakit saat ia melaporkan kejadian itu. Saat ia minta tolong suster atau perawat untuk bertindak dengan cara berteriak karena panik Nina pun diminta untuk diam. Dan di tengah kepanikannya Nina mengaku ia diminta untuk melapor ke pihak keamanan atau security.
Tapi alih-alih ada tindakan cepat malah diminta untuk mengisi penilaian atau rating terhadap pelayanan rumah sakit melalui telepon genggam. Nina juga membeberkan bahwa ia sempat memberikan rating bintang 4 tapi petugas tempat malah meminjam HP Nina atau mengarahkan begitu untuk diberikan rating bintang 5 dan juga sejumlah komentar terkait dengan pelayanan yang didapatkannya. Atas kasus ini sebetulnya dari pihak manajemen rumah sakit Hassan Sadikin Bandung ini sudah menyampaikan permohonan maaf dan juga klarifikasi.
Dalam pernyataan atau permohonan maaf pihak rumah sakit menyampaikan permohonan maaf yang sedalam-dalamnya atas ketidaknyamanan peristiwa yang dialami oleh anak ibu Nina Saleha selama mendapatkan pelayanan. Permintaan maaf tertulis ini sudah ditindaklanjuti dengan pihak rumah sakit juga sudah mendatangi atau menemui pihak keluarga Nina Saleha dan pihak rumah sakit ini juga telah menonaktifkan perawat yang diduga melakukan kelalayan. Tidak hanya nonaktif tapi setelah itu perawat ini juga dipindahkan ke bagian yang tidak berhadapan langsung dengan pasien dan juga sudah diberikan surat peringatan pertama.
Langkah hukum orang tua bayi
Meskipun sudah ada permintaan maaf tapi dari pihak Nina Saleha mengaku tidak mendapatkan kompensasi apapun dan buat pihak keluarga kasus ini belum dianggap damai. Pihak keluarga pun akan menempuh langkah hukum karena diduga kejadian ini bukan sekedar kelalayan tapi terdapat unsur kesengajaan. Oleh karena itu kuasa hukum Nina Saleha juga akan melaporkan dan meminta penyidik untuk memeriksa rekaman CCTV yang terdapat di area rumah sakit untuk bisa mengungkap apa yang sebenarnya terjadi di tanggal 8 April lalu itu.
Kuasa hukum korban yaitu Mira Widjawati juga menyampaikan kekhawatirannya terkait adanya kemungkinan masalah yang lebih besar. Dalam wawancara bersama Metro TV pada 11 April kemarin, pihak kuasa hukum Nina Saleha mengatakan bahwa banyak informasi beberapa orang mengalami atau mengatakan sangat mungkin mengadopsi bayi dari rumah sakit itu. Artinya tidak menutup kemungkinan ada masalah lain di dalam situ. Demikian pernyataan dari kuasa hukum korban.
Kronologi kejadian menurut Kemenkes
Dan dari penelusuran kami dan juga berdasarkan pernyataan oleh pihak Kementerian Kesehatan yang mana ini sudah berkoordinasi dengan pihak Rumah Sakit Hasan Sadikin, ada sejumlah kronologi yang memang berdasarkan hasil investigasi dari pihak kementerian kesehatan.
Kalau menurut pihak Kemenkes pada saat itu orang tua bayi sedang mengurus administrasi kepulangan dan menitipkan bayi mereka kepada tenaga kesehatan di polianak. Namun tenaga kesehatan yang dititipkan bayi itu tidak sengaja menyerahkan bayi kepada orang lain karena diduga kewalahan. Kementerian Kesehatan juga menegaskan dalam temuan sementara tidak ada unsur kriminal ataupun kesengajaan dalam peristiwa ini.
Wakil Menkes Dante Saksono Harbuwono juga sempat menyatakan bahwa kasus ini sudah aman. Di satu sisi keluarga meyakini ada unsur kesengajaan tapi di sisi lain otoritas menilai sebagai kelalaian yang sudah ditindaklanjuti dengan jalur damai. Dua versi berbeda menimbulkan spekulasi dan dugaan di tengah publik.
Jadi apa sebenarnya yang terjadi? Transparansi serta investigasi menyeluruh ini menjadi kunci agar peristiwa dapat terungkap dengan terang benderang dan kepercayaan publik bisa dipulihkan.
Sumber: Redaksi Metro TV