12 April 2026 20:26
Jakarta: Kasus bayi nyaris dibawa kabur oleh orang tak dikenal (otk) di Rumah Sakit (RS) Hasan Sadikin Bandung, Jawa Barat (Jabar) kini menjadi sorotan. Pihak keluarga memilih untuk menempuh jalur hukum lantaran merasakan sejumlah kejanggalan dari kejadian tersebut.
Ibu korban, Nina Saleha, mengungkapkan kejanggalan sudah terasa sejak ia menunggu sang anak diserahkan, mulai dari adanya unsur tindakan penculikan, permintaan rating RS mendadak, hingga pelayanan perawat yang tidak masuk akal.
Pengacara Nina, Mira Widyawati menyebut, meski pihak RS telah memberikan permohonan maaf mereka akan tetap mengusut kasus ini dengan melihat kejanggalan-kejanggalan tadi.
Mira juga mengatakan bahwa perawat yang diduga menyerahkan bayi Nina kepada otk merupakan tenaga medis senior yang seharusnya bekerja sesuai SOP. Pihak keluarga menilai kejadian tersebut diduga bukan sekadar kelalaian, melainkan adanya unsur kesengajaan.
"Terduga perawat yang pada saat itu menyerahkan bayinya Ibu Nina itu adalah suster yang sudah senior 20 tahun lebih. Perkataan dari suster itu bahwa 'ibu dari tadi dipanggil-panggil enggak datang-datang, ya sudah saya kasihkan saja bayi ini ke orang lain', itu hal yang tidak boleh dilakukan oleh tim medis menurut pandangan kami," jelas Mira, dikutip dari Metro Siang, Metro TV, Minggu, 12 April 2026.
| Baca Juga: RSHS Bandung Laporkan Insiden Bayi Nyaris Tertukar ke Kemenkes |