RSHS Bandung Nonaktifkan Perawat Diduga Nyaris Tukar Bayi

Rumah Sakit Hasan Sadikin Bandung. Metrotvnews.com/Roni Kurniawan

RSHS Bandung Nonaktifkan Perawat Diduga Nyaris Tukar Bayi

Roni Kurniawan • 10 April 2026 12:03

Bandung: Rumah Sakit Hasan Sadikin (RSHS) Bandung menonaktifkan sementara seorang perawat yang diduga nyaris menukar bayi pasien. Langkah ini diambil sambil menunggu hasil pemeriksaan lebih lanjut oleh pihak manajemen dan komite keperawatan.

Informasi tersebut mencuat dalam video yang diunggah Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi, melalui kanal YouTube pribadinya pada Kamis malam, 9 April 2026. Dalam video itu, Asisten Manajer Keperawatan RSHS Bandung, Arif tampak berbincang dengan Dedi Mulyadi melalui panggilan video. Arif menjelaskan perawat bersangkutan telah ditarik dari pelayanan.

"Sementara dinonaktifkan dari pelayanan untuk dikaji lebih mendalam oleh komite keperawatan," ujar Arif dalam video yang diunggah Dedi Mulyadi, Kamis, 9 April 2026.

Saat Dedi Mulyadi mendesak mengenai bentuk sanksi yang akan dijatuhkan, Arif mengaku keputusan tersebut belum final karena masih menunggu hasil investigasi. Arif menegaskan, sanksi disiplin akan diberikan sesuai tingkat pelanggaran.
 


"Dalam regulasi, jika terbukti ada kelalaian terkait kompetensi, sanksi bisa berupa pencabutan hingga permanen. Jika terbukti ada unsur kesengajaan, bisa sampai pemberhentian," tandas Arif, Kamis, 9 April 2026.

Kasus ini menjadi viral setelah seorang ibu bernama Nina Saleha, 27, warga Margaasih, Kabupaten Bandung, membagikan pengalaman pahitnya melalui akun TikTok. Nina mengaku hampir kehilangan bayinya saat proses kepulangan dari Gedung Kesehatan Ibu dan Anak (KIA) RSHS Bandung pada Rabu, 8 April 2026.


Rumah Sakit Hasan Sadikin (RSHS), Bandung. (Metro TV/ Edwan Hadnansyah)

Melalui video yang diunggah, Nina mengatakan sempat meninggalkan ruang tunggu selama sekitar 30 menit untuk membeli makan. Saat kembali, bayinya disebut telah diserahkan kepada orang lain yang juga tengah mengurus administrasi kepulangan bayi.

"Saya tahu itu anak saya karena ingat baju sama selimutnya. Pas saya lihat wajahnya, ternyata benar itu anak saya," kata Nina.

Nina mengaku semakin khawatir dan kaget karena gelang identitas bayinya sebagai pasien RSHS sempat dilepas oleh perawat. Menurut Nina, perawat berdalih bayi tersebut diberikan kepada pihak lain karena panggilan terhadap nama Nina tidak mendapat respons.

Jangan lupa ikuti update berita lainnya dan follow  akun
Google News Metrotvnews.com
(Whisnu M)