Cegah Bencana Hidrometeorologi, Pemerintah Gelar Penanaman Pohon Serentak di 4 Provinsi

22 November 2025 10:28

Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) bersama sejumlah Menteri Koordinator (Menko) melakukan penanaman pohon serentak di empat provinsi. Aksi ini merupakan upaya strategis untuk mengurangi risiko bencana alam, khususnya banjir, tanah longsor, dan berbagai bencana hidrometeorologi lainnya.

Menteri Koordinator Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Menko PMK), Pratikno menyampaikan bahwa reboisasi dan penguatan vegetasi sangat krusial, terutama di daerah aliran sungai (DAS). Menurutnya, penanaman pohon yang masif dapat membantu mengurangi sedimentasi sungai, sehingga meningkatkan daya serap air di dalam tanah.

Pratikno menekankan urgensi gerakan ini, mengingat data menunjukkan bahwa 90?ncana yang terjadi di Indonesia adalah bencana hidrometeorologi. Karenanya penanaman pohonharus menjadi gerakan kolektif dan tanggung jawab bersama seluruh masyarakat.

"Sangat penting untuk mengingatkan kembali kepada semua pihak agar lebih aktif membangun infrastruktur hijau, menanam pohon sebanyak-banyaknya," ujar Pratikno.
 

Baca juga:

Dia menambahkan bahwa luasnya lahan kritis di Indonesia turut memperparah kondisi. Terbukti pada beberapa hari belakanga terjadi bencana alam yang melanda berbagai daerah.

"Sebagaimana kita tahu Malang beberapa hari yang lalu banjir, kemudian Banjarnegara longsor, kemudian Cilacap Pacitan juga longsor, memakan korban. Papua juga begitu. Oleh karena itu harus menanam pohon sebanyak-banyaknya di hulu maupun di hilir ya," jelas Pratikno.

Penanaman pohon dilakukan serentak di Wonosobo, Malang, Jawa Timur, dan Lebak, Banten. Pemerintah Daerah Bogor juga mengadakan penanaman di sembilan titik lain untuk mengurangi banjir dan longsor. 

Pemerintah secara kolektif mengajak seluruh lapisan masyarakat untuk berpartisipasi aktif menanam pohon sebanyak mungkin, baik di hulu maupun di hilir. Upaya ini diharapkan dapat memperkuat ketahanan wilayah terhadap dampak buruk dari perubahan iklim dan bencana.

Jangan lupa ikuti update berita lainnya dan follow  akun
Google News Metrotvnews.com
(Anggie Meidyana)