Lukman Sardi dan Ferry Salim Ungkap Nilai Iman di Balik Layar Film 'Kuasa Gelap: Perjanjian Darah'

28 September 2026 00:58

Sukses dengan film horor eksorsisme pertama bersudut pandang iman Katolik pada 2024 lalu, waralaba film Kuasa Gelap kembali berlanjut lewat sekuel terbarunya bertajuk Kuasa Gelap: Perjanjian Darah yang dijadwalkan tayang pada 2026. Film ini tidak hanya menyajikan adegan menegangkan, tetapi juga membawa pesan moral bahwa iman merupakan benteng utama manusia dalam menghadapi kerapuhan jiwa dan tipu muslihat kegelapan.

Dalam sesi wawancara di program ShowBiz Metro TV, aktor Lukman Sardi yang kembali memerankan sosok Romo Rendra membeberkan bahwa sekuel ini berfokus pada kisah sebuah keluarga yang terikat oleh perjanjian darah yang dilakukan oleh leluhur mereka di masa lalu. Akibat perjanjian mistis tersebut, dampaknya berlanjut hingga mengancam generasi anak dan cucu dalam keluarga tersebut.

Melalui film ini, Lukman Sardi menekankan pentingnya melihat sosok Romo atau pendoa eksorsisme sebagai manusia biasa yang juga memiliki dinamika serta pergumulan hidup. Menurutnya, kekuatan utama seorang pendoa eksorsisme terletak pada konsistensi iman yang terus dipelihara.

"Jadi yang aku suka dari developing cerita ini adalah penulis, produser, sutradara menempatkan Romo itu sebagai manusia biasa. Bukan seseorang yang sempurna... tapi akhirnya Romo Rendra memilih untuk menghadirkan iman. Imannya dia yang akhirnya menguatkan dia," ucap Lukman Sardi dikutip dari tayangan ShowBiz Metro TV, Minggu, 27 September 2026.

Lukman menambahkan bahwa dalam kehidupan nyata, kuasa gelap tidak selalu hadir dalam bentuk wujud fisik atau mistis semata, melainkan dapat berupa pilihan-pilihan hidup yang buruk atau godaan untuk mengambil jalan instan.
 

 

Dilema Karakter Halim dan Bahaya Godaan 'Jalan Instan'


Sementara itu, aktor Ferry Salim yang baru bergabung dalam waralaba Kuasa Gelap mengutarakan alasannya tertarik terlibat dalam proyek ini. Selain karena kesuksesan film perdananya yang mengangkat sudut pandang spiritual Katolik, ia juga tertarik dengan kedalaman konflik karakter yang dibawakannya.

Ferry berperan sebagai Halim, seorang kepala keluarga yang memiliki masa lalu traumatik hingga membuatnya sempat kehilangan rasa percaya kepada Tuhan. Kondisi batin yang dipenuhi kepahitan dan hilangnya rasa percaya tersebut pada akhirnya menjadi pintu masuk bagi kekuatan gelap ke dalam kehidupan keluarganya.

"Kegelapan itu atau kegelapan yang paling menakutkan itu bukan ketika dia datang untuk mengambil sesuatu dari kita... Tapi yang paling menakutkan adalah ketika dia datang, dia menawarkan sesuatu yang kita sangat inginkan dan kita tidak mampu menolaknya. Ah itu akibat apa? Karena kita tidak punya perisai atau tameng yang kuat untuk melindungi diri kita," ungkap Ferry Salim.

Ferry menjelaskan bahwa karakter Halim awalnya menolak mempercayai faktor spiritual dan lebih memilih pendekatan medis ketika musibah menimpa anaknya. Namun, situasi yang semakin memburuk memaksanya untuk menyadari adanya pergumulan antara kekuatan terang dan gelap dalam kehidupan.

Film Kuasa Gelap: Perjanjian Darah dirancang untuk disajikan dalam format sinematik seperti IMAX dengan kualitas audio visual tingkat tinggi, sehingga penonton tidak hanya merasakan sensasi ketegangan tetapi juga memetik pesan moral yang dapat diterapkan dalam kehidupan sehari-hari.

(Nopita Dewi)


Close Ads X
Close Ads X