Surabaya: Wakil Wali Kota Surabaya Armuji memastikan tidak ada korban jiwa dalam ledakan Ruko San Antonio, Pakuwon City, Kecamatan Mulyorejo Surabaya pada Selasa pagi, 6 Oktober 2026.
"InsyaAllah dipastikan tidak ada korban jiwa. Ya cuma luka-lukanya yang seperti apa yang terlihat pada saat mereka dievakuasi di rumah sakit itu," ujar Armuji dalam tayangan Breaking News Metro TV, Selasa 6 Oktober 2026.
Peristiwa ledakan tersebut berdampak cukup parah pada bangunan di sekitar lokasi.
"Police line dari ledakan ada sekitar 4-5 ruko yang mengalami kerusakan. Nah, itu sebelah-sebelahnya sudah di-police line semua," ujar Armuji.
Daya ledak yang merusak sejumlah bangunan restoran dan kafe di kawasan itu diduga dipicu oleh kebocoran tabung gas.
"Informasi yang kita himpun itu LPG yang 5 kg itu lho. Yang 5 kg yang agak besar itu. Jadi itu yang penyebab kejadian sehingga ledakan bisa begitu agak lumayan besar," kata Armuji.
Saat ini aparat gabungan masih terus melakukan penyelidikan mendalam untuk mengetahui penyebab pasti pemicu timbulnya ledakan. Pemkot Surabaya mengimbau warga maupun pengunjung untuk menjauhi titik lokasi kejadian demi keamanan dan kelancaran proses investigasi.
"Kita berharap masyarakat yang mau menuju ke lokasi tersebut, karena itu memang kawasan pertokoan, ada restoran, kafe, maupun perkantoran juga, jangan melewati jalan yang sudah di-
police line. Jadi mengambil jalan arah yang berlawanan supaya tidak mendekat. Karena ini masih dalam penyelidikan aparat gabungan," jelas Armuji.