Dugaan Keracunan di Restoran Korea Bandung, Dinkes Temukan Dapur Tak Layak

9 October 2026 01:21

Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Bandung melakukan verifikasi dan pendalaman terkait dugaan kasus keracunan makanan massal di restoran Korea 88 Seoul yang berlokasi di Kota Bandung. Berdasarkan hasil inspeksi langsung ke lokasi kejadian, Dinkes menemukan sejumlah hal yang perlu diperbaiki oleh pihak pengelola, di antaranya penataan dapur yang tergolong kecil serta kondisi restoran yang dinilai belum layak.

Dugaan keracunan makanan ini mencuat dan ramai dibahas di media sosial setelah sejumlah konsumen mengeluhkan timbulnya gejala gangguan kesehatan seperti mual, muntah, hingga demam tinggi beberapa jam usai menyantap hidangan di restoran tersebut. Menanggapi insiden tersebut, pihak manajemen restoran telah menyampaikan pernyataan resmi membenarkan adanya laporan keracunan dan memilih menutup sementara operasional gerai pada 7 hingga 8 Oktober 2026 untuk pemeriksaan lebih lanjut.

Dari hasil penelusuran Dinkes Kota Bandung, diperkirakan terdapat potensi hingga 284 konsumen yang terdampak berdasarkan jumlah pengunjung pada hari kejadian. Namun, hingga laporan terakhir, sebanyak 24 orang secara resmi terdata mengalami gejala dan telah mendapatkan penanganan medis, dengan satu korban di antaranya sempat menjalani rawat inap di rumah sakit.
 



Pihak Dinas Kesehatan Kota Bandung menjelaskan skema pendataan korban serta jumlah warga yang telah mendapatkan perawatan.

"Karena itu adalah konsumen restoran tersebut pada hari itu, jadi kami harus memperhitungkan berarti ada kemungkinan 284 konsumen yang berpotensi terdampak. Tapi laporan terakhir yang kami himpun sejauh ini ada 24 yang memang bergejala, kemudian sudah berobat juga. Dari 24 itu, satu orang dirawat," ucap Kabid P2P Dinas Kesehatan Bandung, Dadan Mulyana Kosasih, dikutip dari tayangan Top News Metro TV, Kamis, 8 Oktober 2026.

Saat ini, Dinkes Kota Bandung masih terus membuka layanan pengaduan masyarakat dan menelusuri informasi yang beredar guna memastikan penanganan kasus keracunan ini berjalan secara menyeluruh.

(Nopita Dewi)


Close Ads X
Close Ads X