Polisi Selidiki Dugaan Keracunan Massal di Restoran 88 Seoul Bandung

Kasatreskrim Polrestabes Bandung AKBP Anton saat memberikan keterangan di Kota Bandung, Jawa Barat, Kamis (8/10/2026). (ANTARA/Rubby Jovan)

Polisi Selidiki Dugaan Keracunan Massal di Restoran 88 Seoul Bandung

Lukman Diah Sari • 8 October 2026 20:54

Bandung: Polrestabes Bandung tengah mendalami kasus dugaan keracunan makanan massal yang menimpa lebih dari 200 orang usai menyantap hidangan di restoran Korea 88 Seoul, Mal 23 Paskal, Kota Bandung, Jawa Barat. Kasatreskrim Polrestabes Bandung AKBP Anton menyatakan, pihaknya telah terjun langsung untuk menyelidiki rentetan kasus keracunan tersebut.

"Kita masih melakukan penyelidikan," kata Anton saat dikonfirmasi di Bandung, Kamis, 8 Oktober 2026, melansir Antara.

Anton menjelaskan, penyidik kepolisian telah mendatangi lokasi restoran untuk melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP) serta memeriksa sejumlah saksi di lapangan. Selain itu, polisi juga terus mengumpulkan keterangan dari pihak pembeli yang terdampak.

"Kita sudah mendatangi tempat resto tersebut. Kita juga mendatangi beberapa korban yang diduga mengalami keracunan untuk didalami peristiwa tersebut," jelas dia.

Sebelum kepolisian turun tangan, Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Bandung telah lebih dulu melakukan investigasi kesehatan lingkungan terhadap restoran 88 Seoul pascamunculnya keluhan keracunan dari masyarakat.

Kepala Bidang Kesehatan Masyarakat Dinkes Kota Bandung, Dewi Primasari, mengungkapkan bahwa hasil pemeriksaan awal menemukan sejumlah aspek higiene dan sanitasi restoran yang masih di bawah standar dan perlu segera diperbaiki.

"Secara umum dari pemeriksaan awal memang masih ada beberapa hal terkait higiene dan sanitasi yang perlu diperbaiki lagi oleh pihak restoran," ujar Dewi.


(Tangkapan layar/Threads.com)

Dewi memaparkan, inspeksi kesehatan lingkungan yang dilakukan mencakup penataan lokasi, peralatan, bahan makanan, hingga penerapan standar operasional prosedur (SOP). Salah satu temuan yang disoroti adalah penataan letak bahan makanan segar dan kering yang dinilai belum aman, terutama perihal pemisahannya dari bahan kimia seperti cairan pembersih dan sabun cuci piring.

"Masih perlu diperbaiki pemisahan-pemisahannya. Kemudian karena lokasinya tidak begitu luas, perlu penataan ulang," jelasnya.

Hingga kini, Dinkes Kota Bandung masih terus melakukan penelusuran dan pemantauan guna memastikan kondisi kesehatan para korban. Investigasi lebih lanjut juga dilakukan untuk mengetahui secara pasti faktor pemicu utama munculnya kasus keracunan massal tersebut.

(Lukman Diah Sari)