Satu tahun perjalanan Danantara Indonesia Trust menjadi momentum untuk memperkuat peran filantropi dalam mendukung prioritas pembangunan nasional.
Mengusung tema 'From Commitment to Action', Danantara Indonesia Trust menegaskan komitmen untuk menerjemahkan dukungan filantropi menjadi program yang terukur, berkelanjutan, dan memberikan manfaat bagi masyarakat.
Melalui kolaborasi dengan pemerintah, perguruan tinggi, organisasi pembangunan, dan sektor swasta, Danantara Indonesia Trust memperkenalkan tiga inisiatif strategis, yaitu Asa Nusantara, Air Setara, dan Bakti Sehat Nusantara.
CEO Danantara Indonesia sekaligus Pembina Danantara Indonesia Trust,
Rosan Perkasa Roeslani menyampaikan komitmen Danantara untuk mengalokasikan pendanaan bagi Danantara Indonesia Trust.
Dukungan ini diharapkan dapat memperkuat peran filantropi Indonesia, sekaligus mendorong kolaborasi yang lebih luas dalam menjawab berbagai tantangan sosial.
"Harapannya dengan pendanaan ini kita bisa berkontribusi memang di tiga bidang kesehatan, edukasi, dan juga sanitasi yang memang menjadikan program prioritas kami," kata Rosan, dalam program
Metro Siang Metro TV, Sabtu, 17 Oktober 2026.
Dalam bidang kesehatan, Danantara Indonesia Trust bekerja sama dengan Kementerian Kesehatan (Kemenkes) untuk mendukung sejumlah prioritas kesehatan nasional. Dukungan tersebut mencakup penguatan program imunisasi, termasuk vaksin heksavalen yang memberikan perlindungan terhadap enam penyakit pada bayi.
Selain upaya pencegahan penyakit, Danantara Indonesia Trust juga mendukung peningkatan kapasitas tenaga medis melalui program beasiswa pendidikan dokter spesialis. Program ini diarahkan untuk membantu menjawab kebutuhan dokter spesialis di berbagai daerah, khususnya wilayah yang masih menghadapi keterbatasan akses terhadap layanan kesehatan.
"Jadi bayangkan kan dampaknya besar sekali. Programnya harusnya 15 tahun karena uangnya kurang gitu, dengan adanya bantuan dari Danantara Trust ini kita pengin percepat. Siapa tahu bisa 10 tahun sampai 5 tahun. Bayangkan 30 ribu per tahun kita bisa selamatkan," ujar Menkes Budi Gunadi Sadikin.
Pentingnya program pendidikan dokter spesialis tercermin dari pengalaman Dokter Zantha Manangsang. Dia telah bertugas selama hampir delapan tahun di puskesmas terpencil di Pegunungan Bintang, Papua Pegunungan.
Keterbatasan fasilitas kesehatan, tenaga medis, dan akses transportasi menjadi tantangan sehari-hari dalam memberikan pelayanan kepada masyarakat.
"Jadi ini adalah suatu gebrakan yang sangat baik ya untuk kita sekarang. Jadi, dokter di Indonesia, terutama dokter umum, tidak semua berkesempatan untuk mengambil sekolah spesialis secara mandiri," katanya.
Memasuki tahun kedua, Danantara Indonesia Trust berkomitmen memperkuat kemitraan strategis, memastikan tata kelola yang baik, serta mendorong pelaksanaan program yang terukur dan berkelanjutan.
Melalui pendekatan filantropi katalitik, Danantara Indonesia Trust berupaya menghimpun kekuatan berbagai pihak untuk menghadirkan solusi bersama atas tantangan pembangunan nasional.
Dari komitmen menuju dampak menjadi landasan perjalanan Danantara Indonesia Trust untuk mendorong perubahan positif yang berkelanjutan bagi masyarakat Indonesia.