Danantara Gelontorkan Rp1,5 Triliun/Tahun untuk Program Sosial hingga Pendidikan

CEO Danantara Rosan Roeslani dalam peringatan satu tahun Danantara Indonesia Trust di Wisma Danantara. Foto: Metrotvnews.com/Andika Fauzan Azhari.

Danantara Gelontorkan Rp1,5 Triliun/Tahun untuk Program Sosial hingga Pendidikan

Andika Fauzan Azhari • 16 October 2026 10:26

Jakarta: Danantara Indonesia berkomitmen untuk mengalokasikan pendanaan ke Danantara Indonesia Trust minimum sebesar USD100 juta atau sekitar Rp1,5 triliun setiap tahunnya. Dana tersebut disalurkan guna mendukung berbagai program sosial, kesehatan, dan pendidikan yang berkelanjutan serta memberikan dampak luas bagi masyarakat Indonesia.
 
"Kami dari Danantara Indonesia memang memberikan komitmen paling minimum dana yang akan kita berikan kepada Danantara Indonesia Trust itu adalah USD100 juta minimum setiap tahunnya," kata Chief Executive Officer (CEO) Danantara Rosan Roeslani dalam peringatan satu tahun Danantara Indonesia Trust di Wisma Danantara, Jakarta, dikutip Jumat, 16 Oktober 2026.
 
Rosan menjelaskan, keberadaan institusi ini bertujuan untuk memastikan setiap aksi sosial dan pendanaan yang disalurkan dapat terukur serta terstruktur dengan baik. Hal ini dilakukan agar seluruh program dapat menghasilkan dampak jangka panjang bagi kesejahteraan masyarakat.
 
Selain mengandalkan dana internal, pihak manajemen juga membuka ruang kolaborasi bagi para donatur dan lembaga filantropi lain untuk saling bersinergi. Hal ini diharapkan dapat memperluas jangkauan manfaat dari berbagai program yang sedang dijalankan.
 


Tumpukan Utang Pemerintah Tak Bebani Masyarakat Kelas Menengah

(Ilustrasi. Foto: dok MI/Atet Dwi)

 

Dampak sistematis bagi masyarakat

 
Dalam pelaksanaannya, dana hibah dan bantuan tersebut diprioritaskan pada tiga bidang utama, yakni pendidikan, kesehatan, serta sanitasi. Salah satu realisasi konkretnya adalah pemberian dukungan untuk pendidikan lebih dari 1.000 dokter spesialis di seluruh Indonesia.
 
"Kita selalu mencoba menganalisa secara sistematis apa dampaknya, apa outcome-nya dari semua aksi yang kita berikan, karena semuanya itu harus terukur dan terstruktur," tambah Rosan.
 
Tidak hanya fokus pada program rutin, lembaga ini juga secara aktif menyiapkan alokasi tanggap darurat untuk membantu wilayah yang terdampak bencana alam. Langkah fleksibel ini diambil agar penanganan dampak bencana di berbagai daerah dapat berjalan lebih cepat.

(Husen Miftahudin)