Indonesia Resmi Hentikan 100% Impor Solar Lewat B50, Hemat Devisa Rp170 Triliun

11 October 2026 15:34

Menjelang dua tahun masa pemerintahan Presiden Prabowo Subianto dan Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka, Indonesia berhasil menghentikan 100 persen impor solar guna mewujudkan kemandirian energi nasional. Capaian ini direalisasikan melalui kebijakan mandatori B50, yaitu campuran 50 persen biodiesel berbasis minyak kelapa sawit dan 50 persen solar fosil.

Langkah strategis ini berhasil menghemat devisa negara hingga Rp170 triliun. Selain itu, implementasi kebijakan energi hijau ini juga mendorong perluasan lapangan kerja, dengan peningkatan penyerapan tenaga kerja dari 1,8 juta menjadi 2,1 juta orang.

Sebelum program B50 berjalan, Indonesia rutin mengimpor sekitar 3 hingga 4 juta kiloliter solar setiap tahunnya yang menyedot devisa hingga ratusan triliun rupiah ke luar negeri. Namun sejak program B50 resmi diluncurkan oleh Presiden Prabowo Subianto pada Juli 2026 lalu, untuk pertama kalinya dalam sejarah Indonesia mampu memenuhi seluruh kebutuhan solar domestik tanpa bergantung pada pasokan impor.
 



Juru Bicara Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Dwi Anggia menegaskan bahwa pengalihan devisa dan pemanfaatan sawit lokal memberi dampak langsung bagi perekonomian nasional.

Ia mengatakan, penghematan devisa hingga Rp170 triliun dapat digunakan untuk menggerakkan sektor riil dan rantai pasok dalam negeri. 

Selain itu, peningkatan penyerapan bahan baku minyak kelapa sawit domestik tidak hanya memberikan jaminan kepastian pasar bagi para petani sawit di seluruh penjuru tanah air, tetapi juga berhasil membuka lapangan kerja baru.

Melalui implementasi kebijakan B50 ini, separuh dari isi tangki solar kendaraan masyarakat kini berasal dari bahan bakar nabati berbasis minyak kelapa sawit yang ditanam langsung oleh para petani Indonesia.

(Nopita Dewi)


Close Ads X
Close Ads X