Iran-Amerika Serikat Sepakat Akhiri Perang

17 June 2026 08:16

Jakarta: Amerika Serikat dan Iran resmi sepakat berdamai dan mengakhiri perang di Timur Tengah. Sejauh ini belum ada rincian MoU yang dirilis secara resmi. Kantor berita Iran, mengungkap bahwa draft kesepakatan antara Amerika Serikat dan Iran berisi 14 poin nota kesepahaman.


14 poin draft nota kesepahaman


Dari 14 poin draft ini, di antaranya adalah pengakhiran perang secara permanen dan segera di semua front termasuk Lebanon. Kemudian poin yang kedua adalah komitmen Amerika Serikat untuk tidak mengintervensi urusan dalam negeri Iran dan menghormati kedaulatan Iran. Kemudian poin yang ketiga adalah pencabutan total blokade angkatan laut dalam 30 hari. Kemudian poin berikutnya, komitmen Amerika Serikat untuk menarik pasukan dari sekitar Iran.

Dilanjutkan dengan dimulainya kembali operasi penuh di Slathormus dalam waktu 30 hari sesuai dengan perjanjian bilateral yang dicapai dengan pihak Iran. Kemudian poin yang ke-6 adalah penangguhan sanksi yang menargetkan ini adalah penjualan minyak mentah, produk petrokimia dan juga turunannya serta memastikan bahwa adanya akses penuh Iran ke sumber daya keuangannya. Kemudian yang ke-7 adalah penyediaan rencana rekonstruksi senilai minimal USD300 miliar yang didanai oleh Amerika Serikat dan sekutunya, terutama negara-negara Arab. Poin yang ke-8 adalah pembentukan jendela negosiasi selama 60 hari bertujuan untuk mencapai kesepakatan akhir tentang masalah nuklir yang mengarah pada pencabutan sepenuhnya sanksi primer dan sekunder Amerika Serikat. Kemudian resolusi Dewan Keamanan PBB dan keputusan Dewan Gubernur IAEA.

Dan yang ke-9 adalah penegasan kembali komitmen Iran berdasarkan perjanjian non-proliferasi nuklir atau NPT untuk tidak memproduksi senjata nuklir. Kemudian juga janji Amerika Serikat untuk tidak memperluas kontingen militer regionalnya atau memperlakukan sanksi baru selama periode negosiasi aktif. Yang ke-11 adalah pelepasan aset Iran yang dibekukan senilai USD24 miliar atau setara dengan Rp425 triliun selama 60 hari perundingan dengan 50 persen dari jumlah tersebut ini akan ditransfer ke Iran sebelum dimulainya negosiasi akhir secara resmi.

Kemudian poin yang ke-12 adalah pembentukan mekanisme khusus untuk memantau kepatuhan terhadap perjanjian melalui pengawasan implementasi. Nah kemudian yang ke-13 adalah ratifikasi perjanjian yang telah diselesaikan melalui resolusi Dewan Keamanan PBB. Dan yang ke-14 adalah syarat-syarat ketat untuk perundingan akhir diantaranya negosiasi formal itu tidak akan dimulai sampai setengah dari aset yang dibekukan itu dilepaskan.

Sanksi ini terkait dengan minyak yang ditanggukan dan blokade maritim dibongkar. Kesepakatan akhir ini hanya akan membahas status bahan-bahan yang diperkaya. Proses pengayaan itu sendiri ini adalah terkait dengan pencabutan sanksi dan juga program pemulihan ekonomi Iran.

Nah masalah-masalah terkait dengan program rudal Iran dan juga dukungannya terhadap gerakan perlawanan regional ini sama sekali dikecualikan dari agenda negosiasi. Lebih lanjut sumber-sumber ini menekankan bahwa transisi ke fase akhir diplomasi itu tetap sangat bergantung pada pelaksanaan langkah-langkah awal pencabutan sanksi ini dan pembebasan aset yang sudah dibekukan sebelumnya. Jadi ke-14 poin ini masih berupa draft yang mana proses negosiasi akhir itu masih berlangsung sehingga bisa saja ada poin-poin yang berubah.

Penandatanganan resmi pada Jumat


Poin kesepakatan ini masih tentatif, lalu kapan penandatangan kesepakatan damai secara resmi akan berlangsung? Penandatangan resmi akan berlangsung di Swiss pada hari Jumat, 19 Juni 2026. 


Pernyataan Donald Trump


Apa pernyataan dari Presiden Amerika Serikat Donald Trump?  Dia mengatakan di akun third social miliknya bahwa "kesepakatan dengan Republik Islam Iran sudah selesai. Saya dengan ini sepenuhnya mengizinkan pembukaan Selat Hormuz tanpa pembatasan dan secara bersamaan mengizinkan pencabutan segera blokade Angkutan Laut Amerika Serikat. Kapal-kapal dunia nyalakan mesin! Biarkan minyak mengalir!" Tentu ini kabar baik karena kapal-kapal tanker minyak bisa kembali melintasi Selat Hormuz untuk menyuplai kebutuhan minyak dunia. 


Tanggapan pemerintah Iran


Lalu bagaimanakah reaksi Teheran? Menurut Wakil Menteri Luar Negeri Iran Kazem Garibabadi bahwa teks nota kesepahaman itu telah diselesaikan dan penandatanganan resmi nota kesepahaman Islamabad itu akan berlangsung di Swiss pada hari Jumat. Komitmen dari Iran itu akan berlaku mulai hari Jumat.

Kesepakatan Iran dan juga Amerika Serikat ini membuka peluang berakhirnya konflik bersenjata yang telah memicu instabilitas Timur Tengah dan gejolak ekonomi global yang berkepanjangan. Namun keberhasilan perdamaian jangka panjang itu tetap bergantung pada implementasi mengakhiri perang dengan tidak lagi melakukan serangan serta penyelesaian isu nuklir dan sanksi ekonomi.

Sumber: Redaksi Metro TV

(Wijokongko)