22 January 2026 19:45
Sektor pariwisata Las Vegas tengah menghadapi tantangan ganda. Di tengah merosotnya jumlah kunjungan wisatawan pada awal 2026 ini, ancaman baru muncul bagi tenaga kerja manusia: otomasi. Serikat pekerja kuliner setempat kini membunyikan alarm waspada seiring kian maraknya penggunaan teknologi robotik di bisnis hospitality.
Salah satu bukti nyata pergeseran ini terlihat di gerai bubble tea "Coffee & Tea". Di sana, pemandangan barista manusia yang sibuk meracik minuman mulai tergantikan.
Tugas peracikan minuman kini diambil alih oleh "Adam", sebuah robot canggih buatan Rich Tech Robotics. Robot ini bekerja secara otomatis mendukung operasional harian toko, memangkas keterlibatan fisik manusia dalam proses produksi.
Baca Juga :
Menanggapi kekhawatiran yang muncul, pihak Rich Tech Robotics berdalih bahwa teknologi ini bukan dimaksudkan untuk menyingkirkan tenaga manusia sepenuhnya. Mereka mengklaim otomasi justru memberikan kesempatan bagi pekerja untuk beralih fokus pada layanan pelanggan dan interaksi personal yang tidak bisa dilakukan mesin.
Namun, argumen tersebut tidak serta-merta menenangkan Serikat Pekerja Kuliner (Culinary Workers Union). Mereka menilai adopsi robot di tengah ekonomi yang sulit adalah ancaman nyata.
Sekretaris Bendahara Serikat, Ted Pappageorge, menegaskan bahwa risiko kehilangan pekerjaan kini semakin besar. Penurunan jumlah turis yang dikombinasikan dengan efisiensi robot bisa berujung pada pengurangan tenaga kerja secara masif.
"Ketika Anda kehilangan 10% wisatawan Las Vegas, itu berarti para pekerja akan terdampak dan mereka jadi tidak mendapat pekerjaan. Jadi, kita sedang berada di posisi serius, di mana bukan hanya perusahaan yang tertekan," tegas Ted.