8 March 2026 23:19
Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) bergerak cepat merespons tragedi meledaknya kapal tugboat Musaffah II di perairan rawan geopolitik Selat Hormuz pada 6 Maret lalu. Duta Besar RI untuk Uni Emirat Arab (UEA), Judha Nugraha, menegaskan bahwa pihaknya kini tengah turun tangan langsung mengawal ketat proses investigasi lintas negara, sekaligus memfokuskan sumber daya untuk operasi pencarian tiga Anak Buah Kapal (ABK) Warga Negara Indonesia (WNI) yang hingga kini masih dinyatakan hilang.
Judha Nugraha menjelaskan bahwa pihaknya telah mengumpulkan informasi awal berdasarkan keterangan langsung dari seorang WNI yang menjadi saksi mata kejadian tersebut. Saksi mata ini berhasil selamat dan saat ini telah diamankan di Abu Dhabi. Menurut penuturannya, insiden bermula ketika kapal Musaffah II ditugaskan untuk menarik sebuah kapal kontainer yang mengalami kerusakan mesin di kawasan perairan yang memisahkan UEA dan Oman tersebut.
"Berdasarkan keterangan saksi mata yang telah kami temui di Abu Dhabi, kapal Musaffah II tiba di lokasi pada dini hari. Saat sedang dilakukan persiapan penarikan dengan jarak sekitar 100 meter antara tugboat Musaffah II dan kapal kontainer, tiba-tiba terjadi dua kali ledakan dari arah kapal Musaffah II," ungkap Judha Nugraha.
Ledakan ganda tersebut seketika memicu kebakaran hebat yang berujung pada tenggelamnya kapal. Saksi mata WNI yang saat itu berada di atas kapal kontainer sempat terjatuh ke laut saat proses evakuasi menuju kapal nelayan penyelamat, namun kondisinya dipastikan aman tanpa luka sedikit pun. Di sisi lain, satu awak kapal Musaffah II asal Indonesia berhasil diselamatkan, namun menderita luka bakar sekitar 20 persen dan kini tengah dirawat intensif di sebuah rumah sakit di Kota Khasab, Oman.
| Baca juga: 3 WNI Hilang di Selat Hormuz, Mercy Desak Serangan di Jalur Pelayaran Dihentikan |