Situasi Terkini di Arafah, Jutaan Muslim Mulai Berkumpul Jelang Wukuf

26 May 2026 10:08

Hari ini, tepat pada 9 Zulhijah 1447 Hijriah atau Selasa 26 Mei 2026, jutaan umat Muslim dari berbagai belahan dunia berkumpul di Padang Arafah, Arab Saudi, untuk melaksanakan Wukuf, yang merupakan puncak sekaligus inti dari seluruh rangkaian ibadah haji.

Berdasarkan laporan jurnalis Metro TV Mahmud Fauzi, lebih dari 1,5 juta orang telah memadati Arafah sejak Senin, 25 Mei 2026, untuk memohon ampunan dan berpasrah kepada Allah SWT untuk meraih rahmat-Nya. Dari jumlah tersebut, Indonesia tercatat sebagai negara pengirim jemaah haji terbesar dengan total 221.000 orang, yang terdiri dari 203.000 calon haji reguler dan 17.000 calon haji khusus.

Untuk menghindari kemacetan dan kepadatan di perjalanan menuju Padang Arafah, jemaah calon haji Indonesia sudah diberangkatkan sejak Senin pagi. Pergerakan jemaah dibagi dalam tiga gelombang yaitu, pukul 07.00, dilanjutkan pukul 11.30 dan tahap terakhir pada pukul 16.30 waktu Arab Saudi.

Ditargetkan seluruh jemaah calon haji Indonesia tiba di Padang Arafah pukul 23.00 waktu Arab Saudi. Namun hingga Selasa subuh, gelombang kedatangan jemaah masih terus berlangsung akibat kemacetan lalu lintas di perjalanan.

Kementerian Haji dan Umrah memastikan seluruh fasilitas di 61 maktab yang menampung jemaah Indonesia di Arafah telah siap digunakan dan dalam kondisi yang layak. Setiap maktab terdiri dari 7 hingga 9 tenda dengan kapasitas 360 hingga 380 orang per tenda.

Selain itu, sebanyak 1.200 dokter dan petugas kesehatan dari Klinik Kesehatan Haji Indonesia disiagakan di wilayah Arafah dan Mina untuk melayani jemaah, terutama lansia yang menjadi tantangan tersendiri dalam pelaksanaan tahun ini.
 

Baca juga: Jemaah Haji Diminta Batasi Aktivitas di Luar Tenda Arafah

Wukuf, Inti Ibadah Haji

Wukuf di Arafah bukan sekadar prosesi biasa, melainkan rukun haji yang paling agung dari seluruh rangkaian ibadah di Tanah Suci. Sebagaimana sabda Rasulullah SAW, 'Al-Hajju Arafah' yang berarti haji adalah wukuf di Arafah. Prosesi ini berlangsung sejak matahari tergelincir hingga terbitnya fajar pada hari berikutnya.

Wukuf merupakan rukun yang tidak boleh ditinggalkan. Jika jemaah yang tidak hadir di Arafah pada rentang waktu yang ditentukan maka ibadah hajinya dinyatakan tidak sah atau seperti tak pernah menunaikan ibadah haji. Karena itulah setiap jemaah wajib berada di Arafah dalam kondisi apapun. Bagi jemaah yang sedang sakit, maka petugas akan membantu melalui proses Safari Wukuf.

Pada 9 Zulhijjah ini dengan memakai pakaian ihram, jutaan orang berdiam diri untuk bermunajat, memohon ampunan serta merenungi semua perbuatan selama di dunia. Di tempat yang mustajab ini, jemaah diajak berkomunikasi langsung dengan Allah SWT.

Prosesi wukuf diawali dengan khotbah wukuf yang dijadwalkan mulai pukul 11.00 hingga 13.00 waktu setempat. Setelah itu, jemaah melaksanakan salat jamak qasar antara Zuhur dan Asar secara berjamaah, kemudian dilanjutkan dengan memperbanyak zikir, doa, dan talbiah secara mandiri hingga matahari tenggelam.

Mengingat jemaah telah mengenakan pakaian ihram sejak dari hotel, para jemaah diingatkan untuk mematuhi larangan ihram. Jemaah laki-laki dilarang mengenakan pakaian berjahit, penutup kepala, serta alas kaki yang menutup tumit. Sementara bagi jemaah perempuan, dilarang menggunakan sarung tangan dan penutup wajah atau cadar.

Setelah matahari terbenam di Arafah, seluruh jemaah akan segera bergerak menuju Muzdalifah untuk melakukan mabit (bermalam), sebelum melanjutkan perjalanan ke Mina untuk prosesi lempar jumrah.

Wukuf di Arafah menjadi simbol Padang Mahsyar, tempat di mana seluruh manusia berkumpul menghadap Sang Pencipta dengan status dan derajat yang sama untuk memohon rahmat-Nya.

(Anggie Meidyana)