11 March 2026 22:25
Kementerian Haji dan Umrah Indonesia menyiapkan serangkaian skenario matang terkait pelaksanaan ibadah haji tahun 2026. Langkah ini diambil guna mengantisipasi eskalasi konflik militer yang melibatkan Amerika Serikat dan Israel terhadap Iran yang masih berlangsung. Meski jadwal pemberangkatan jemaah haji dijadwalkan mulai pada 22 April 2026, pemerintah terus memantau situasi keamanan demi menjamin keselamatan jemaah.
Menteri Haji dan Umrah, Muhammad Irfan Yusuf, dalam rapat bersama Komisi VIII DPR RI di Senayan, Jakarta, memaparkan tiga strategi mitigasi utama. Skenario pertama adalah tetap memberangkatkan jemaah ke Tanah Suci dengan memitigasi risiko tinggi melalui pengalihan jalur udara. Salah satu opsi yang dipertimbangkan adalah memanfaatkan rute jalur selatan melewati Samudra India guna menghindari zona konflik di wilayah udara tertentu.
Skenario kedua, pemerintah Indonesia memiliki opsi untuk membatalkan keberangkatan jemaah haji meskipun otoritas Arab Saudi tetap membuka pelaksanaan haji tahun ini. Pilihan ini akan diambil dengan pertimbangan mendalam terkait risiko keamanan dan keselamatan jemaah selama dalam perjalanan maupun saat berada di wilayah tersebut. Adapun skenario terakhir adalah pembatalan total jika pemerintah Arab Saudi secara resmi menutup pelaksanaan haji 2026 akibat konflik yang tidak terkendali.
| Baca juga: 50 Ribu Jemaah Umrah Masih di Saudi, 14 Ribu Berpotensi Tertahan |