Kabut Asap Karhutla Ganggu Transportasi di Sungai Barito

9 September 2026 12:16

Bencana kabut asap pekat akibat kebakaran hutan dan lahan (karhutla) masih terus menyelimuti sejumlah wilayah di Kalimantan, salah satunya berdampak langsung pada perairan Sungai Barito, Kalimantan Tengah.

Pekatnya kabut asap membuat jarak pandang di jalur perairan tersebut menjadi sangat terbatas. Kondisi ini secara signifikan mengganggu aktivitas harian masyarakat serta melumpuhkan akses transportasi umum warga yang selama ini sangat bergantung pada jalur sungai sebagai mobilitas utama.

Para pengemudi perahu motor tradisional, seperti ketinting dan klotok, mengaku kesulitan saat bernavigasi menembus kepulan asap tebal. Akibatnya, waktu tempuh perjalanan warga menjadi jauh lebih lama dari durasi normal.
 


Situasi di lapangan kian diperparah oleh fenomena kekeringan yang melanda Sungai Barito. Surutnya debit air sungai membuat alur pelayaran perahu motor semakin sulit dilalui, sehingga melipatgandakan kendala operasional yang dihadapi para pengemudi.

Kondisi ini memberikan dampak serius bagi roda perekonomian masyarakat setempat karena Sungai Barito merupakan urat nadi transportasi utama antarwilayah. Kendati biaya operasional membengkak, tarif layanan transportasi air dilaporkan sampai saat ini masih belum mengalami kenaikan.

Seorang pengemudi perahu motor lokal, Udin, mengungkapkan kendala berat yang dihadapinya bersama rekan-rekan seprofesi di tengah cuaca buruk dan surutnya air.

"Kalau kabutnya semakin kuat, semakin kabut, itu kan susah juga. Itulah kendalanya," ujar Udin.

Ia juga mengeluhkan pembengkakan biaya operasional bahan bakar minyak (BBM) yang dikeluarkan untuk menempuh rute perjalanan dari Babai menuju Buntok akibat kondisi alur sungai yang kian menyulitkan.

(Sofia Zakiah)


Close Ads X
Close Ads X