'Perang' Netizen Asia Tenggara vs Korsel Memuncak, Ini Awal Mulanya

15 February 2026 01:59

Jagat media sosial tengah diguncang perseteruan sengit lintas negara yang melibatkan warganet dari kawasan Asia Tenggara dan Korea Selatan. Konflik yang bermula dari pelanggaran aturan di sebuah konser musik ini kini meluas hingga mencakup isu rasisme, ujaran kebencian dan perundungan fisik.

Ketegangan ini dipicu oleh sebuah insiden di konser grup musik Korea, Day6, di Kuala Lumpur, Malaysia, pada 31 Januari lalu. Sejumlah penggemar asal Korea Selatan dilaporkan nekat membawa kamera profesional ke dalam lokasi acara, meskipun tindakan tersebut telah dilarang secara resmi oleh pihak penyelenggara.

Aksi ilegal tersebut direkam oleh penonton lokal dan videonya tersebar luas di media sosial. Hal ini memicu gelombang kritik dari warga setempat yang merasa aturan tidak dihormati, hingga akhirnya menyulut perdebatan panjang di dunia maya.
 

Baca juga: Konser K-pop di Malaysia Berujung Drama Panas Warganet Korsel vs SEAblings

Perseteruan ini melibatkan netizen Asia Tenggara yang menyebut kelompok mereka sebagai "SEAblings" melawan netizen Korea Selatan yang sering dijuluki "K-nets". Sayangnya, perdebatan tidak lagi sekadar membahas perbedaan pendapat mengenai etika menonton konser.

Konflik tersebut meluas menjadi saling hina terkait status ekonomi, budaya, hingga tingkat pendidikan antar kedua belah pihak. Situasi semakin memanas setelah narasi yang dibangun mulai mengarah pada ujaran kebencian, rasisme, dan perundungan fisik.

Hingga saat ini, adu argumen antara kedua kubu masih berlangsung intensif di berbagai platform media sosial. Fenomena ini menjadi potret nyata bagaimana sebuah insiden lokal dapat tumbuh dengan cepat menjadi konflik transnasional yang melampaui batas-batas negara di era digital.

Jangan lupa ikuti update berita lainnya dan follow  akun
Google News Metrotvnews.com
(Anggie Meidyana)