Jakarta: Tak hanya anak-anak manusia yang membutuhkan teman bermain. Di pedalaman hutan Kalimantan, induk orangutan ternyata juga menyesuaikan perjalanan mereka demi mempertemukan anaknya dengan teman sebaya.
Selama ini, orangutan dikenal sebagai satwa soliter yang cenderung hidup menyendiri dan menghabiskan sebagian besar waktunya di atas kanopi pohon. Namun, hasil riset jangka panjang di Stasiun Penelitian Tuanan, Kalimantan, yang dilansir National Geographic Indonesia, mengungkap sisi lain yang menarik dari perilaku pengasuhan primata besar ini.
Mengubah Rute Perjalanan demi Pertemuan Sosial
Berdasarkan pengamatan lapangan selama bertahun-tahun, pergerakan induk
orangutan tidak hanya didorong oleh kebutuhan mencari makan. Menjelang interaksi sosial, induk orangutan rela mengubah rute perjalanan dan berjalan lebih jauh untuk mendatangi wilayah induk lain yang memiliki anak dengan usia dan tahap perkembangan fisik serupa.
Setelah anak-anak mereka selesai bermain, misalnya dengan saling bergulat atau bergelantungan bersama, masing-masing induk dan anak kembali ke wilayahnya.
Pengorbanan Energi dan Pentingnya Sosialisasi
Upaya mencarikan teman bermain ini membutuhkan pengorbanan yang tidak sedikit dari sang induk. Pada hari-hari ketika pertemuan sosial berlangsung, induk orangutan tercatat menghabiskan lebih banyak waktu dan tenaga untuk berpindah tempat, sekaligus mengorbankan waktu makan.
Meski pertemuan ini tergolong jarang terjadi di alam liar, kesempatan berinteraksi dengan teman sebaya sangat penting bagi anak orangutan untuk mengasah keterampilan sosial, koordinasi motorik, dan kemampuan beradaptasi sebelum hidup mandiri.
Nah, temuan ini memperluas pemahaman kita bahwa pengasuhan satwa liar jauh lebih kompleks daripada sekadar bertahan hidup. Di tengah hutan Kalimantan, induk orangutan ternyata juga berupaya menyediakan kesempatan bagi anaknya untuk bersosialisasi dan belajar melalui permainan.
Jangan lupa saksikan
MTVN Lens lainnya hanya di
Metrotvnews.com.
(Sofwa Najla Tsabita Sunanto)