Kawasan Bundaran Hotel Indonesia (HI) yang menjadi pusat aktivitas Car Free Day (CFD) pada Minggu, 18 Oktober 2026 pagi dilaporkan kembali dikepung kabut asap polusi pekat. Berdasarkan data real-time dari aplikasi pemantau kualitas udara IQAir, indeks udara Jakarta kembali menembus kategori tidak sehat di angka 180 US AQI.
Tingginya konsentrasi polutan utama berjenis PM 2.5 membuat langit Ibu Kota tampak memutih tertutup kabut. Kepekatan polusi udara ini bahkan membatasi jarak pandang visual di kawasan Sudirman-Thamrin menjadi hanya sekitar dua kilometer, membuat deretan gedung pencakar langit tampak samar-samar.
Kendati kualitas udara menunjukkan indikator merah pekat, antusiasme masyarakat untuk berolahraga, bersepeda, maupun menikmati panggung hiburan di kawasan Bundaran HI tetap tinggi. Berbagai pertunjukan dan karnaval juga terpantau tetap berjalan normal, yang turut dihadiri oleh Wakil Gubernur DKI Jakarta, Rano Karno.
Di sisi lain, kondisi udara yang memburuk mulai dikeluhkan oleh sebagian masyarakat, terutama para pelari yang merasakan dampak langsungnya. Diva, salah seorang warga yang tengah berolahraga, mengaku merasakan perbedaan signifikan yang membuat laju pernapasannya menjadi tidak nyaman.
"Kalau misalnya jalan dan lari itu pernapasan jadi lebih agak berat, dan udara juga tidak sejernih biasanya, kelihatan bedanya," keluh Diva, dikutip dari
Selamat Pagi Indonesia, Metro TV, Minggu 18 Oktober 2026.
Merespons fenomena ini, Dinas Lingkungan Hidup (DLH) DKI Jakarta bersama Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mengonfirmasi bahwa penyumbang utama memburuknya udara Ibu Kota saat ini murni berasal dari sumber polusi lokal, yakni akumulasi emisi gas buang kendaraan bermotor.
Terkait kekhawatiran adanya paparan asap kebakaran hutan dan lahan (karhutla) dari Sumatra dan Kalimantan, citra satelit Himawari-9 BMKG menunjukkan pergerakan asap karhutla di atmosfer saat ini telah melintasi dan melewati kawasan Pulau Jawa. Dengan demikian, polusi udara yang mengepung Jakarta saat ini dipastikan bukan dampak langsung dari kiriman asap karhutla.
Masyarakat yang terpaksa beraktivitas di luar ruangan diimbau untuk menggunakan masker serta menjaga daya tahan tubuh dengan mengonsumsi vitamin, guna menghindari infeksi saluran pernapasan akibat paparan polusi PM 2.5.