17 October 2026 21:29
Sebaran asap kebakaran hutan dan lahan (karhutla) asal Kalimantan terdeteksi telah mencapai lapisan atmosfer wilayah DKI Jakarta Masuknya asap karhutla ini bertepatan dengan kondisi Indeks Kualitas Udara (Air Quality Index/AQI) Jakarta yang berada di rentang angka 152 dengan kategori tidak sehat, serta tingkat polutan PM2.5 mencapai 64 mikrogram/ meter kubik atau 12 kali lebih tinggi dari panduan WHO.
Menyikapi masuknya asap karhutla ke Ibu Kota, Wakil Gubernur DKI Jakarta Rano Karno meminta masyarakat untuk tidak panik. Pernyataan tersebut disampaikannya di sela peluncuran program NAMU di Balai Kota Jakarta. Pemprov DKI Jakarta telah menyiapkan berbagai langkah pengendalian udara, salah satunya melalui pengoperasian penyemprot air bertekanan tinggi (water mist) di sejumlah wilayah.
"Kita enggak boleh panik. Ini situasi memang alam sedang seperti ini. Kalau dikatakan apa usaha kita, Jakarta mungkin bukan hanya ini, tapi mesti dilakukan lagi. Pak Sekda waktu itu kita bikin apa tuh, yang semprot air itu,” ujar Rano Karno dalam tayangan Top News Metro TV, Sabtu, 17 Oktober 2026.
Sebagai langkah antisipasi dampak kesehatan masyarakat, Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung menginstruksikan Dinas Kesehatan untuk menyiagakan total 367 fasilitas kesehatan di Jakarta. Layanan kesehatan yang disiagakan mencakup 31 rumah sakit daerah, 44 Puskesmas tingkat kecamatan, dan 292 Puskesmas pembantu guna memberikan perawatan medis cepat bagi warga yang mengalami gangguan pernapasan.
"Betul, sekarang ini kondisinya mengalami, kondisi yang tidak baik dan saya sudah memerintahkan 31 rumah sakit, 44 Puskesmas, 292 pembantu Puskesmas sekarang ini sudah disiagakan untuk menangani hal yang berkaitan dengan efek dari kondisi cuaca ini," kata Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung.
Sementara itu, Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) melaporkan bahwa sebaran asap karhutla yang sempat melintasi wilayah Jabodetabek pada Jumat kini mulai bergerak menjauh secara bertahap menuju pesisir barat Banten. Meski demikian, BMKG mencatat masih ada 478 titik panas berkepercayaan tinggi per 16 Oktober dan mengimbau warga untuk membatasi aktivitas luar ruangan, menjaga kecukupan cairan tubuh, serta mengenakan masker.