Ilustrasi kebakaran hutan dan lahan (karhutla). Foto: Antara.
Karhutla Terjadi di 65 Kabupaten Kota, Berikut Rinciannya
Anggi Tondi Martaon • 17 October 2026 21:11
Jakarta: Bencana kebakaran hutan dan lahan (karhutla) melanda sejumlah wilayah Indonesia. Bencana tersebut terjadi di 65 kabupaten kota di 7 provinsi.
Data Kementerian Kesehatan per Sabtu, 17 Oktober 2026, menunjukkan lima provinsi telah menetapkan status siaga darurat bencana karhutla. Kelima provinsi itu adalah Riau, Sumatera Selatan, Jambi, Kalimantan Timur, dan Kalimantan Selatan.
Sementara dua provinsi lain, Kalimantan Barat dan Kalimantan Tengah, menetapkan status tanggap darurat bencana karhutla. Status itu menunjukkan tingkat kesiagaan yang lebih tinggi dalam penanganan bencana.
Berikut sebaran wilayah terdampak karhutla per 17 Oktober 2026, yaitu:
Riau (9 kabupaten kota)
- Kampar
- Bengkalis
- Indragiri Hilir
- Pelalawan
- Rokan Hulu
- Siak
- Kuantan Singingi
- Kota Pekanbaru
- Kota Dumai
Jambi (10 kabupaten/kota)
- Meranti
- Merangin
- Sarolangun
- Batang Hari
- Muaro Jambi
- Tanjung Jabung Barat
- Tanjung Jabung Timur
- Bungo
- Tebo
- Kota Jambi
Sumatra Selatan (4 kabupaten kota)
- Ogan Komering Ilir
- Musi Banyuasin
- Kota Palembang
- Penukal Abab Lematang Ilir (PALI)
.jpg)
Ilustrasi kebakarna hutan dan lahan (karhutla). Foto: Istimewa.
Kalimantan Barat (14 kabupaten kota)
- Sambas
- Mempawah
- Sanggau
- Ketapang
- Sintang
- Kapuas Hulu
- Bengkayang
- Landak
- Sekadau
- Melawi
- Kayong Utara
- Kubu Raya
- Kota Pontianak
- Kota Singkawang
Kalimantan Tengah (14 kabupaten kota)
- Kotawaringin Barat
- Kotawaringin Timur
- Kapuas, Barito Selatan
- Barito Utara
- Murung Raya
- Barito Timur
- Katingan
- Seruyan
- Sukamara
- Lamandau
- Gunung Mas
- Pulang Pisau
- Kota Palangka Raya
Kalimantan Selatan (13 kabupaten kota)
- Tanah Laut
- Kota Baru
- Banjar
- Barito Kuala
- Tapin
- Hulu Sungai Selatan
- Hulu Sungai Tengah
- Hulu Sungai Utara
- Tabalong
- Tanah Bumbu
- Balangan
- Kota Banjarmasin
- Kota Banjar Baru
Kalimantan Timur (1 kabupaten)
- Kutai Timur.
Pantauan kualitas udara atau Air Quality Index (AQI) di wilayah-wilayah tersebut terus dimonitor untuk mewaspadai ancaman kesehatan. Kategori sangat tidak sehat berada di angka 200-299, sedangkan level berbahaya berada di angka 300 ke atas.