Ilustasi perawatan ISPA. Foto: Antara.
Sebaran Alkes di Wilayah Terdampak Karhutla, Hanya 827 Puskesmas Miliki Nebulizer
Muhammad Adyatma Damardjati • 17 October 2026 20:42
Jakarta: Kesiapan fasilitas kesehatan di daerah terdampak kebakaran hutan dan lahan (karhutla) masih belum merata. Dari 1.691 puskesmas yang tersebar di wilayah terdampak, hanya 827 puskesmas yang memiliki nebulizer.
Data Kementerian Kesehatan per Sabtu, 17 Oktober 2026, menunjukkan ketersediaan tabung oksigen juga belum merata. Baru 1.070 puskesmas dari total keseluruhan yang tercatat memiliki tabung oksigen.
Meski demikian, sebanyak 1.502 puskesmas tercatat sudah memiliki oksigen concentrator. Alat itu menjadi penunjang penanganan pasien dengan gangguan pernapasan.
Sumatera Selatan menjadi provinsi dengan jumlah puskesmas terbanyak, yakni 354 unit. Dari jumlah itu, 168 puskesmas memiliki oksigen concentrator, 304 memiliki nebulizer, dan 188 memiliki tabung oksigen.
Kalimantan Barat menyusul dengan 252 puskesmas. Sebanyak 146 di antaranya memiliki oksigen concentrator, 210 memiliki nebulizer, dan 112 memiliki tabung oksigen.
Sementara Kalimantan Selatan dan Riau masing-masing memiliki 242 puskesmas. Di Kalimantan Selatan, 117 puskesmas memiliki oksigen concentrator, 218 memiliki nebulizer, dan 181 memiliki tabung oksigen. Di Riau, 114 puskesmas memiliki oksigen concentrator, 229 memiliki nebulizer, dan 156 memiliki tabung oksigen.

Sejumlah pasien di Puskesmas Tanjung Redeb, Berau. (Metro TV/ Edi Akbar)
Kalimantan Tengah mencatat 205 puskesmas, dengan 105 memiliki oksigen concentrator, 183 memiliki nebulizer, dan 103 memiliki tabung oksigen. Jambi memiliki 208 puskesmas, dengan 87 memiliki oksigen concentrator, 180 memiliki nebulizer, dan 111 memiliki tabung oksigen.
Kalimantan Timur mencatat 188 puskesmas. Sebanyak 90 di antaranya memiliki oksigen concentrator, 178 memiliki nebulizer, dan 119 memiliki tabung oksigen.