21 October 2026 17:30
Jepara: Wakil Ketua MPR RI Lestari Moerdijat mengingatkan pentingnya pendampingan dan penguatan literasi digital bagi generasi muda di tengah pesatnya perkembangan teknologi dan kecerdasan buatan atau artificial intelligence (AI).
“Seminar obrolan minggu lalu di Eropa, salah satu yang menjadi diskusi adalah ketakutan kita berhadapan dengan AI. Bagaimana kita tidak mampu mempersiapkan anak-anak kita, sehingga akhirnya pada satu titik dia bukan lagi menjadi alat yang bisa membantu dan mempermudah, bisa menjadi bencana. Masalahnya adalah karena keterlambatan kita atau ketidakmampuan kita memberikan dasar-dasar kepada anak-anak kita, kepada anak didik kita untuk memahami dan bagaimana yang paling penting menguasai teknologi, ”ujar Lestari dalam tayangan Metro Siang Metro TV, Rabu 21 Oktober 2026.
Hal tersebut Ia sampaikan dalam workshop pendidikan tentang implementasi digitalisasi pembelajaran untuk meningkatkan kualitas proses belajar-mengajar di Jepara, Jawa Tengah.
Perkembangan teknologi digital jadi tantangan sekaligus peluang dalam dunia pendidikan. Pemanfaatan teknologi dalam proses belajar-mengajar tidak cukup hanya dengan menyediakan perangkat dan juga fasilitas digital, tapi juga harus diimbangi dengan pemahaman serta kemampuan untuk menggunakannya secara bijak. Guru dinilai memiliki peran penting dalam mempersiapkan peserta didik agar mampu memanfaatkan teknologi secara tepat guna.
Menurut Lestari Moerdijat, tanpa fondasi pemahaman yang kuat, teknologi yang seharusnya membantu proses pembelajaran justru berpotensi menimbulkan persoalan bagi generasi muda. Selain itu, generasi muda juga menghadapi berbagai risiko di ruang digital, mulai dari penyebaran hoaks, kemudian penyalahgunaan kecerdasan buatan, perundungan siber, hingga penipuan daring. Karena itu, digitalisasi pembelajaran harus dibangun melalui ekosistem yang terintegrasi, mulai dari platform, infrastruktur, hingga peningkatan kompetensi guru.