Terdampak Kabut Asap, Pengemudi Getek di Sungai Musi Sepi Penumpang

23 October 2026 10:50

Palembang: Kabut asap akibat kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang menyelimuti Kota Palembang, Sumatra Selatan, berdampak pada pendapatan pengemudi kapal getek di Sungai Musi. Jumlah penumpang yang berkurang membuat pendapatan mereka turun hingga hampir 50 persen. 

Salah satu pengemudi getek, Junaidi, mengaku aktivitasnya mengangkut penumpang untuk wisata di Sungai Musi terganggu akibat kabut asap. Ia berharap pemerintah dapat mengatasi kebakaran hutan dan lahan agar kondisi kembali normal.

“Jauh berkurangnya. Hampir 50 persen lah berkurang ini istilahnya,” kata Junaidi dikutip dari tayangan Selamat Pagi Indonesia Metro TV, Jumat 23 Oktober 2026.

Junaidi mengatakan, sebelum kabut asap menyelimuti Palembang, ia masih bisa memperoleh pendapatan dari mengantar penumpang. Namun, kini penghasilannya tidak menentu. Bahkan, ia mengaku pernah pulang tanpa membawa uang setelah seharian bekerja.

“Semalam dalam minggu-minggu ini tak dapat uang kami,” ujarnya.

Berkurangnya pendapatan membuat Junaidi harus mencari pekerjaan tambahan untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari. Jika tidak mendapatkan penghasilan, ia terpaksa meminta bantuan tetangga atau meminjam uang untuk membeli makanan.

“Ya terpaksa kami mencari jalan keluar kalau tidak dapat uang. Maksudnya, kalau ada tetangga yang butuh bantuan tenaga, bisa jadi pekerjaan sampingan untuk tambahan. Kalau tidak ada, ya sudah. Mau bagaimana lagi caranya, terpaksa pinjam uang ke tetangga demi bisa makan,” tuturnya.

Selain berdampak pada penghasilan, kabut asap juga menimbulkan keluhan kesehatan bagi Junaidi. Ia mengaku mengalami sesak napas dan mata perih saat beraktivitas di tengah kondisi tersebut. Kabut asap juga mengganggu jarak pandang di sekitar Sungai Musi.

Junaidi berharap kabut asap segera berakhir agar para pengemudi getek dapat kembali mengangkut penumpang seperti biasa dan mencari nafkah tanpa terganggu kondisi udara.

“Harapan kami tentu ingin bisa beraktivitas seperti biasa lagi, dan tidak ada lagi kabut asap,” kata Junaidi.

(Reno Panggalih Nuha Lathifah)


Close Ads X
Close Ads X