Polda Jateng Akan Ekshumasi Jenazah Sutrimo Besok

11 August 2026 17:02

Polda Jateng mengonfirmasi akan melaksanakan proses ekshumasi atau pembongkaran makam almarhum Sutrimo pria yang diduga merupakan mantan Kepala Rumah Tangga dari eks Jaksa Agung Muda Bidang Tindak Pidana Khusus (Jampidsus) Febrie Adriansyah pada Rabu pagi, 12 Agustus 2026. Ekshumasi dilakukan atas permintaan penyidik Polda Metro Jaya untuk keperluan penyelidikan lebih lanjut.

Kabidhumas Polda Jateng, Kombes Pol Yuliyanto, menyatakan bahwa pihaknya telah berkoordinasi dengan tim penyidik Polda Metro Jaya mengenai rencana pelaksanaan tersebut. Proses ekshumasi ini direncanakan akan melibatkan tim ahli kedokteran forensik dari berbagai institusi, tidak hanya terbatas pada tim dokter forensik dari kepolisian.

"Kami di Polda Jawa Tengah sudah mendapatkan kabar dari Polda Metro Jaya bahwa rencana pelaksanaan ekshumasi makam almarhum Sutrimo akan dilaksanakan besok pagi. Tim kedokteran forensik dari berbagai macam institusi, bukan hanya dokter Polri, akan ikut melaksanakan proses ekshumasi ini," ujar Kombes Pol Yuliyanto dalam tayangan Headline News Metro TV, Selasa 11 Agustus 2026. 

Ekshumasi ini bertujuan untuk mengumpulkan data dan temuan medis baru yang dinilai krusial dalam memperjelas penyebab kematian almarhum serta melengkapi proses penyelidikan yang tengah berjalan. Meskipun muncul dugaan adanya kejanggalan dalam kematian Sutrimo, Polda Jawa Tengah menegaskan bahwa substansi dan alasan mendasar dilakukannya ekshumasi ini sepenuhnya berdasarkan keputusan dari penyidik Polda Metro Jaya.

"Penjelasan lebih lanjut terkait substansi penyelidikan akan disampaikan oleh penyidik yang menangani perkara dari Polda Metro Jaya," tambah Yuliyanto.

Terkait jalannya proses di lapangan, pihak kepolisian memperbolehkan anggota keluarga almarhum untuk hadir di lokasi pemakaman. Kehadiran keluarga diharapkan dapat memastikan transparansi selama proses ekshumasi berlangsung, dengan tetap mematuhi ketentuan dan batasan yang telah ditetapkan oleh tim forensik serta penyidik di lokasi.

(Reno Panggalih Nuha Lathifah)


Close Ads X
Close Ads X