18 May 2026 14:29
Jakarta: Kasus dugaan penularan hantavirus di Kabupaten Ketapang, Kalimantan Barat (Kalbar) menjadi perhatian serius setelah seorang warga dilaporkan meninggal dunia. Menanggapi hal tersebut, Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Ketapang, Feria Kowira mengatakan, pihaknya kini tengah melakukan surveilans untuk menyelidiki kasus tersebut.
Seorang warga yang berprofesi sebagai nelayan dilaporkan meninggal dunia setelah didiagnosis menderita leptospirosis saat menjalani perawatan di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Dr. Agoesdjam Ketapang.
Menanggapi kejadian tersebut, Dinkes Ketapang segera melakukan investigasi dan surveilans dengan menelusuri riwayat aktivitas pasien serta lingkungan tempat tinggalnya. Dari hasil penelusuran, korban diketahui bekerja sebagai nelayan sekaligus pembuat saluran air.
"Penderita tersebut tidak dalam perjalanan dari luar daerah Kabupaten Ketapang, tetapi pekerjaan sehari-hari utama adalah nelayan dan pekerjaan sampingan adalah pembuat saluran air," ungkap Feria, dikutip dari Selamat Pagi Indonesia, Metro TV, Senin, 18 Mei 2026.
Selain itu, kondisi lingkungan tempat tinggal korban juga diketahui kurang bersih yang berpotensi menjadi sarang tikus. Oleh karena itu, Dinkes Ketapang langsung mengirim sampel ke Balai Besar Laboratorium Kesehatan (BBLK) Jawa Tengah (Jateng) dan hasil pemeriksaan mengonfirmasi pasien terinfeksi hantavirus.
"Dari tim sudah mengecek kawasan tempat tinggal penderita bahwa memang lingkungan daerah sekitarnya memang tidak baik. Jadi banyak sekali semak-semak terus tanaman-tanaman yang menjadi sarang tikus. Lalu sampel darah kita kirim BBLK Jateng, kami kirim itu positif hantavirus," jelas Feria.
| Baca Juga: Kemenkes Tingkatkan Kewaspadaan Terhadap Penyebaran Hantavirus di Indonesia |