Ilustrasi tikus. Foto: Pixabay.com
Cegah Hantavirus, Dinkes DKI Minta Warga Semprot Pemutih Sebelum Bersihkan Kotoran Tikus
Rifda Muthia Zahra • 18 May 2026 10:35
Jakarta: Dinas Kesehatan (Dinkes) DKI Jakarta mengeluarkan imbauan kepada masyarakat terkait tata cara membersihkan rumah untuk mengantisipasi penularan hantavirus. Langkah edukasi ini digencarkan menyusul temuan tiga kasus positif dan enam suspek virus tersebut di wilayah ibu kota.
"Sehingga yang perlu diwaspadai adalah pada saat masyarakat membersihkan tempat-tempat yang memang di situ indikasi ada banyak tikus, harus ada kewaspadaan karena penularannya ada beberapa macam,” kata Kepala Dinas Kesehatan DKI Jakarta, Ani Ruspitawati, pada konferensi pers di Puskesmas Pembantu Meruya II, Senin 18 Mei 2026.
Pemprov DKI Jakarta meminta warga meningkatkan kewaspadaan, terutama saat berinteraksi dengan area yang menjadi sarang tikus. Ani menjelaskan bahwa hantavirus ditularkan melalui tikus, baik melalui kotoran, air liur, maupun air kencingnya. Penularan paling rentan terjadi ketika kotoran tikus yang sudah mengering menyatu dengan partikel udara lalu terhirup oleh manusia.
"Jadi harus disemprot dulu dengan desinfektan. Kalau di rumah kita bisa menggunakan cairan pemutih yang biasa ada di rumah sebagai desinfektan sebelum dibersihkan kotorannya," jelas Ani.
Demi menghindari risiko penularan lewat udara, Dinkes DKI melarang keras warga menyapu kotoran tikus dalam keadaan kering karena bisa membuat partikel virus beterbangan. Ani menyarankan warga untuk memanfaatkan cairan pemutih pakaian yang ada di rumah sebagai disinfektan darurat sebelum memulai pembersihan.
.png)
Ilustrasi hewan tikus penyebab hantavirus. Foto: Paxels
Selain penggunaan disinfektan, faktor sirkulasi udara juga menjadi poin krusial yang harus diperhatikan oleh warga saat membersihkan area pemukiman yang kotor. Warga diminta memastikan seluruh jendela dan ventilasi terbuka lebar agar udara segar dapat berputar dengan baik. Langkah pencegahan fisik ini dinilai sangat efektif untuk memutus rantai penularan virus dari hewan pengerat tersebut secara langsung di lingkungan rumah tangga.
"Untuk imbauan kepada masyarakat pada dasarnya yang pertama adalah tetap melakukan protokol pola hidup bersih, cuci tangan dengan sabun dan air mengalir karena itu adalah kunci untuk mencegah masuknya virus ke tubuh kita," tambah Ani.
Di sisi lain, Dinkes DKI juga mengingatkan masyarakat untuk kembali memperketat protokol kesehatan mendasar yang sempat longgar dalam aktivitas sehari-hari. Kebiasaan menjaga kebersihan personal menjadi modal utama agar imunitas tubuh tetap terjaga dan terhindar dari paparan virus berbahaya.
Melalui edukasi dan imbauan teknis yang masif ini, Pemprov DKI Jakarta berharap masyarakat dapat lebih mandiri dalam melakukan deteksi dan pencegahan dini di lingkungan masing-masing. Partisipasi aktif warga dalam menjaga kebersihan rumah dinilai menjadi penentu utama keberhasilan kota dalam menekan angka penyebaran hantavirus.