Jakarta: Pemerintah mendorong agar dana penyelenggaraan ibadah haji memberi dampak ekonomi bagi pelaku usaha dalam negeri. Melalui pengembangan ekosistem ekonomi haji, sejumlah produk UMKM Indonesia akan diekspor untuk memenuhi kebutuhan jemaah haji selama di Arab Saudi.
Direktorat Jenderal Pengembangan Ekosistem Ekonomi Haji menyiapkan berbagai produk konsumsi khas Indonesia untuk memenuhi kebutuhan jemaah haji selama di Arab Saudi.
Berbagai Produk tersebut antara lain aneka bumbu bercita rasa nusantara hingga makanan siap saji atau
ready to eat yang akan dikonsumsi jemaah, khususnya saat puncak ibadah haji di Arafah, Muzdalifah, dan Mina.
Tahun ini, pemerintah menyiapkan lebih dari 400 ton bumbu masakan serta sekitar 3,9 juta paket makanan siap saji. Produk-produk tersebut dipasok oleh puluhan perusahaan dalam negeri yang telah mengantongi sertifikasi otoritas pangan Arab Saudi.
Selain bumbu dan makanan siap saji, pemerintah juga membuka peluang ekspor beras Indonesia ke Arab Saudi untuk kebutuhan konsumsi jemaah haji.
Melalui penguatan ekosistem ekonomi haji, pemerintah berharap penyelenggaraan ibadah haji memberikan dampak ekonomi yang lebih luas bagi masyarakat Indonesia.