Dari Air Jadi Listrik, Begini Cara Telaga Menjer Terangi Ribuan Rumah-Edukasi Ekonomi

Eko Nordiansyah • 10 September 2026 09:35

Wonosobo: Air yang terlihat tenang di Telaga Menjer, Wonosobo, ternyata menyimpan energi yang bisa dimanfaatkan untuk menghasilkan listrik. Melalui Pembangkit Listrik Tenaga Air (PLTA) Garung, aliran air dari telaga dimanfaatkan untuk menggerakkan turbin hingga akhirnya menghasilkan energi listrik.

Prosesnya memang terdengar sederhana, yakni air mengalir lalu menghasilkan listrik. Namun, ada rangkaian proses yang membuat energi dari air tersebut bisa berubah menjadi listrik dan kemudian disalurkan untuk memenuhi kebutuhan masyarakat.

 

Dari Telaga Menjer, Air Mengalir Menuju Turbin

Telaga Menjer menjadi sumber air bagi PLTA Garung. Air dari telaga dialirkan melalui saluran khusus menuju pembangkit dengan memanfaatkan perbedaan ketinggian.

Perbedaan ketinggian tersebut penting karena membuat air memiliki energi dan tekanan yang cukup besar saat mengalir menuju turbin. Semakin besar tekanan dan aliran air yang dimanfaatkan, semakin besar pula energi yang dapat digunakan untuk menggerakkan turbin.

Salah satu bagian penting dalam proses ini adalah penstock atau pipa pesat. Pipa berukuran besar tersebut menjadi jalur air bertekanan tinggi menuju turbin.

Kalau dibayangkan secara sederhana, penstock seperti jalur khusus yang membuat air meluncur dari tempat yang lebih tinggi menuju turbin dengan kecepatan tinggi.

Bagaimana Air Bisa Berubah Menjadi Listrik?

Setidaknya ada beberapa tahapan utama dalam proses pembangkitan listrik di PLTA:

  1. Air dialirkan dari telaga
    Air dari Telaga Menjer dialirkan menuju pembangkit melalui saluran dan penstock.
  2. Air menggerakkan turbin
    Air bertekanan tinggi kemudian menghantam dan memutar turbin. Pada tahap ini, energi dari aliran air digunakan untuk menghasilkan gerakan.
  3. Turbin memutar generator
    Putaran turbin diteruskan untuk menggerakkan generator. Komponen inilah yang mengubah energi mekanik dari putaran menjadi energi listrik.
  4. Listrik dipantau dan disalurkan
    Setelah listrik dihasilkan, proses pembangkitan dipantau dari ruang kontrol untuk memastikan pembangkit bekerja dengan aman dan pasokan listrik tetap stabil.

Dengan mekanisme tersebut, energi yang awalnya berasal dari air dapat dimanfaatkan menjadi energi listrik.

 

Mengapa Menggunakan Air?

PLTA termasuk pembangkit yang memanfaatkan sumber energi terbarukan, karena sumber energi utamanya berasal dari air. Dalam proses menghasilkan listrik, PLTA tidak membutuhkan pembakaran batu bara atau bahan bakar minyak seperti pada pembangkit berbahan bakar fosil.

Karena itu, pemanfaatan air sebagai sumber energi menjadi salah satu cara untuk menghasilkan listrik tanpa proses pembakaran bahan bakar fosil secara langsung di pembangkit.

Telaga Menjer pun tidak hanya memiliki fungsi sebagai kawasan perairan. Air yang tersimpan di dalamnya dapat dimanfaatkan sebagai bagian dari sistem pembangkitan energi untuk masyarakat.

Nah, dari air yang sekilas terlihat biasa saja, ternyata ada proses panjang di balik terciptanya listrik. Mulai dari perbedaan ketinggian, aliran air dalam penstock, putaran turbin, hingga generator, semuanya bekerja bersama mengubah energi air menjadi listrik yang bisa dimanfaatkan dalam kehidupan sehari-hari.

Jangan lupa saksikan MTVN Lens lainnya hanya di Metrotvnews.com.

(Eunike Michelle Gultom)

(Zein Zahiratul Fauziyyah)


Close Ads X
Close Ads X