PLTA Garung yang dikelola PLN Indonesia Power Unit Bisnis Pembangkitan (UBP) Mrica. Foto: Dok PLN IP
PLTA Garung Hasilkan Energi Bersih untuk Perkuat Keandalan Listrik Jawa–Bali
Eko Nordiansyah • 7 August 2026 10:25
Jakarta: Pembangkit Listrik Tenaga Air (PLTA) Garung yang dikelola PLN Indonesia Power Unit Bisnis Pembangkitan (UBP) Mrica terus memperkuat kontribusinya dalam menyediakan energi baru terbarukan (EBT) sekaligus menjaga keandalan sistem kelistrikan nasional.
Berlokasi di kawasan Pegunungan Dieng, Kabupaten Wonosobo, Jawa Tengah, pembangkit berkapasitas terpasang 26,4 megawatt (MW) ini memanfaatkan potensi aliran air pegunungan untuk menghasilkan energi bersih yang disalurkan ke sistem interkoneksi Jawa–Bali.
Dengan dua unit turbin tipe Francis yang masing-masing berkapasitas 13,2 MW, PLTA Garung mampu menghasilkan listrik yang secara sederhana setara dengan kebutuhan listrik puluhan desa. Kapasitas tersebut diperkirakan dapat memenuhi kebutuhan listrik sekitar 20 hingga 30 desa atau setara 4 hingga 6 kecamatan berukuran sedang di Jawa Tengah.
Dalam operasionalnya, energi listrik yang dihasilkan terhubung ke sistem interkoneksi Jawa–Bali sehingga pemanfaatannya didistribusikan sesuai kebutuhan sistem kelistrikan nasional. PLTA Garung berperan penting dalam menjaga stabilitas pasokan listrik, khususnya saat terjadi perubahan beban pada sistem Jawa–Bali.
Direktur Utama PLN Indonesia Power Bernadus Sudarmanta menegaskan bahwa pengembangan pembangkit energi baru terbarukan harus mampu memberikan manfaat yang berkelanjutan, baik bagi sistem ketenagalistrikan maupun masyarakat di sekitar wilayah operasi perusahaan.
"PLTA Garung tidak hanya menghadirkan pasokan listrik yang andal dan rendah emisi, tetapi juga menjadi bagian dari komitmen perusahaan dalam menciptakan nilai bersama (creating shared value) melalui pemberdayaan masyarakat dan pengembangan potensi lokal di sekitar wilayah operasi," ujar Bernadus dalam keterangannya, Jumat, 6 Agustus 2026.
Senior Manager PLN Indonesia Power UBP Mrica Wasis Jati Waskitho menjelaskan bahwa optimalisasi operasional PLTA Garung dilakukan secara berkelanjutan agar mampu memberikan manfaat maksimal bagi sistem kelistrikan maupun masyarakat.
"Dengan kapasitas terpasang sebesar 26,4 MW, pembangkit ini berkontribusi mendukung keandalan sistem kelistrikan Jawa–Bali dengan kapasitas yang setara untuk memenuhi kebutuhan listrik puluhan desa. Kami terus menjaga keandalan operasional pembangkit agar manfaat energi terbarukan ini dapat dirasakan secara berkelanjutan," ujar Wasis.

(Batik Shanding menjadi ruang berkarya bagi penyandang disabilitas. Foto: Dok PLN IP)
Dorong pemberdayaan masyarakat
Selain menghadirkan energi bersih, PLN IP UBP Mrica juga menjalankan berbagai program pemberdayaan masyarakat di sekitar wilayah operasional pembangkit. Salah satunya melalui dukungan terhadap Batik Shanding, sebuah usaha sosial sekaligus sanggar produksi batik tulis dan batik ciprat inklusif asal Wonosobo.Dirintis oleh Nunung Sri Lestari, Batik Shanding menjadi ruang berkarya bagi penyandang disabilitas untuk mengembangkan keterampilan membatik sekaligus meningkatkan kemandirian ekonomi.
Melalui pendampingan yang berkelanjutan, para perajin difabel menghasilkan batik berkualitas yang memadukan teknik tradisional dengan ekspresi artistik, sehingga setiap lembar kain tidak hanya memiliki nilai ekonomi, tetapi juga merepresentasikan semangat kesetaraan, pemberdayaan, dan pelestarian budaya wastra Nusantara.
Dukungan terhadap Batik Shanding merupakan bagian dari komitmen PLN IP dalam mendorong terciptanya manfaat sosial yang berkelanjutan seiring dengan pengembangan energi bersih. Melalui kolaborasi tersebut, perusahaan berharap keberadaan pembangkit tidak hanya menghadirkan listrik yang andal, tetapi juga memberikan dampak nyata bagi peningkatan kesejahteraan masyarakat dan penguatan ekonomi lokal.
Dengan mengoptimalkan potensi energi air di Pegunungan Dieng sekaligus memperkuat program pemberdayaan masyarakat, PLN IP terus menegaskan komitmennya dalam menghadirkan energi yang bersih, andal, dan berkelanjutan, sejalan dengan upaya mendukung ketahanan energi nasional serta pembangunan ekonomi yang inklusif.