PLTA Panglima Besar Soedirman Perkuat Keandalan Kelistrikan Nasional

PLTA Panglima Besar Soedirman yang dikelola PLN Indonesia Power. Foto: Dok istimewa

PLTA Panglima Besar Soedirman Perkuat Keandalan Kelistrikan Nasional

Eko Nordiansyah • 6 August 2026 15:19

Jakarta: PLTA Panglima Besar Soedirman yang dikelola PLN Indonesia Power terus memperkuat perannya sebagai salah satu pembangkit energi baru terbarukan (EBT) strategis dalam menjaga keandalan sistem kelistrikan nasional. 

Memanfaatkan potensi energi air dari Bendungan Mrica, pembangkit berkapasitas terpasang 180 MW ini tidak hanya menghasilkan listrik ramah lingkungan, tetapi juga memiliki kemampuan black start yang berperan penting dalam proses pemulihan sistem kelistrikan apabila terjadi gangguan besar atau pemadaman menyeluruh (blackout).

Sebagai bagian dari sistem interkoneksi Jawa–Bali, PLTA Panglima Besar Soedirman berkontribusi dalam menjaga kontinuitas pasokan listrik sekaligus mendukung agenda transisi energi nasional menuju target Net Zero Emission (NZE) 2060. Dengan tiga unit pembangkit yang masing-masing berkapasitas 60 MW, PLTA ini menjadi salah satu aset strategis PLN Indonesia Power dalam menyediakan energi bersih yang andal dan berkelanjutan.

Keunggulan utama PLTA Panglima Besar Soedirman terletak pada kemampuan black start, yaitu kemampuan pembangkit untuk melakukan penyalaan sistem kelistrikan secara mandiri tanpa bergantung pada pasokan listrik dari jaringan. Kemampuan tersebut memungkinkan pembangkit menyediakan sumber tegangan awal guna membantu proses pemulihan jaringan dan menghidupkan kembali pembangkit lain secara bertahap setelah terjadi gangguan sistem berskala besar.

Direktur Utama PLN Indonesia Power Bernadus Sudarmanta menegaskan bahwa pembangkit berbasis energi baru terbarukan memiliki peran yang semakin strategis, tidak hanya dalam mendukung dekarbonisasi sektor ketenagalistrikan, tetapi juga dalam menjaga keandalan sistem kelistrikan nasional.

"PLN Indonesia Power berkomitmen menghadirkan pembangkit yang tidak hanya menghasilkan energi bersih, tetapi juga mampu menjamin keandalan sistem kelistrikan nasional. PLTA Panglima Besar Soedirman merupakan salah satu aset strategis perusahaan yang mencerminkan sinergi antara pemanfaatan energi terbarukan, keunggulan teknologi, dan keandalan operasional untuk mendukung transisi energi Indonesia menuju Net Zero Emission 2060," ujar Bernadus dalam keterangan tertulis, Kamis, 6 Agustus 2026.


(Ilustrasi. Foto: Dok MI)

Dukung transisi energi bersih

Senior Manager PLN Indonesia Power UBP Mrica Wasis Jati Waskitho mengatakan bahwa keberadaan PLTA Panglima Besar Soedirman memberikan kontribusi penting dalam menjaga ketahanan energi sekaligus meningkatkan keandalan sistem kelistrikan Jawa–Bali.

"PLTA Panglima Besar Soedirman memanfaatkan potensi energi air sebagai sumber energi baru terbarukan yang mendukung upaya pencapaian Net Zero Emission 2060. Selain itu, kemampuan black start yang dimiliki pembangkit ini menjadi bagian penting dalam menjaga keandalan sistem kelistrikan Jawa–Bali, khususnya saat diperlukan pemulihan sistem pascagangguan," ujar Wasis.

Ia menambahkan, pengelolaan Bendungan Mrica beserta operasional pembangkit dilakukan secara optimal dan berkelanjutan agar mampu memberikan manfaat yang lebih luas bagi masyarakat sekaligus memperkuat ketahanan energi nasional.

"Kami terus menjaga keandalan operasional pembangkit serta mengoptimalkan pemanfaatan energi air sebagai sumber energi bersih. Komitmen tersebut menjadi bagian dari upaya PLN Indonesia Power UBP Mrica dalam menghadirkan pasokan listrik yang andal, berkelanjutan, dan ramah lingkungan bagi masyarakat," tambahnya.

Melalui optimalisasi pengelolaan Bendungan Mrica serta penerapan standar operasional yang mengedepankan aspek keselamatan, keandalan, dan keberlanjutan, PLN Indonesia Power terus memperkuat kontribusinya dalam pengembangan energi baru terbarukan. Langkah ini sekaligus menjadi wujud komitmen perusahaan dalam mendukung terwujudnya sistem ketenagalistrikan nasional yang semakin tangguh, efisien, dan rendah emisi.
in:sent epi. Tekan tab untuk menyisipkan.

(Eko Nordiansyah)