Kronologi Ledakan Bom Molotov di SMP Negeri 3 Sungai Raya

5 February 2026 20:20

Dunia pendidikan kembali diguncang insiden serius. Seorang siswa Sekolah Menengah Pertama (SMP) diduga melakukan aksi berbahaya, yakni pelemparan bom molotov di lingkungan sekolah. 

Peristiwa ini tidak hanya memicu kekhawatiran soal keamanan sekolah, tapi juga memicu kembali perhatian mengenai kondisi psikologis anak serta pengawasan terhadap lingkungan sosial dan digital remaja. 

Kronologi ledakan di SMPN 3 Sungai Raya


Insiden pelemparan bom molotov terjadi di SMP Negeri 3 Sungai Raya, tepatnya di Kabupaten Kubu Raya, Kalimantan Barat, pada Selasa, 3 Februari 2026. 

Menurut informasi yang dihimpun oleh aparat keamanan, terdapat sebuah bom molotov yang dilemparkan ke area lingkungan sekolah. Aksi tersebut terjadi saat aktivitas belajar mengajar sedang berlangsung. uara ledakan dan api sempat memicu kepanikan, baik di kalangan siswa maupun para tenaga pendidik. 

Pihak sekolah kemudian segera melakukan pengamanan dan melaporkan kejadian ini ke pihak berwajib. Dalam peristiwa ini tidak dilaporkan adanya korban jiwa. Namun, dampak psikologis terhadap siswa maupun para guru menjadi yang sangat serius. 

Tidak berselang lama, akhirnya polisi mengamankan seorang siswa aktif. Ia adalah siswa kelas IX atau kelas tiga SMP yang diduga kuat terlibat sebagai pelaku dalam peristiwa ini. 
 
Baca juga: DPR Beri Atensi Khusus Siswa SMP Ledakan Molotov di Sekolah
 

Hasil penyelidikan polisi


Usai polisi mengamankan terduga pelaku, polisi kemudian melakukan serangkaian pendalaman, termasuk menggeledah dan memeriksa sejumlah barang bukti. Dalam proses tersebut, tim Densus 88 Antiteror yang turut dilibatkan guna memastikan tidak adanya kaitan dengan jaringan teror tertentu. 

Dari hasil penelusuran aparat, ditemukan sejumlah barang bukti di antaranya enam botol molotov, lima gas portabel, paku, dan pisau. Meski demikian, polisi menegaskan bahwa penanganan kasus ini dilakukan dengan pendekatan yang khusus atau secara hati-hati, mengingat terduga pelaku masih berstatus anak di bawah umur. 

Aspek psikologis, latar belakang sosial, dan lingkungan pergaulan pelaku, menjadi fokus dari pendalaman para penyidik. 

Fakta-fakta terkait pelaku

  • Diduga tertarik pada konten kekerasan dari komunitas True Crime Community
  • Korban perundungan dan dugaan motif balas dendam
  • Tekanan mental akibat masalah keluarga

Jangan lupa ikuti update berita lainnya dan follow  akun
Google News Metrotvnews.com
(Nopita Dewi)