Kabut Asap Karhutla Ganggu 34 Penerbangan di Bandara Tjilik Riwut

19 September 2026 17:08

Palangka Raya: Kabut asap akibat kebakaran hutan dan lahan (karhutla) mengganggu operasional penerbangan di Bandara Tjilik Riwut, Palangka Raya, Kalimantan Tengah (Kalteng). Hingga Jumat, 18 September 2026, sebanyak 34 penerbangan terdampak akibat penurunan jarak pandang.

“Memang ini dampak Karhutla membawa begitu perubahan yang sangat signifikan terhadap operasional penerbangan, di mana jarak pandang yang sangat menjadi acuan untuk proses take off landing,” kata Executive General Manager Bandara Tjilik Riwut I Made Darmawan dalam tayangan Headline News Metro TV, Sabtu 19 September 2026.

Made menyebut evaluasi dilakukan sejak 16 September 2026 setelah jarak pandang mulai mengalami penurunan. Kondisi terburuk terjadi pada 18 September 2026, ketika jarak pandang sempat mencapai 150 meter.

“Kemudian itu terjadi kemarin tanggal 18. Kemudian di tanggal 17 memang trennya hampir sama. Ya, itu masih ada kisaran tertinggi itu adalah di 1.200 meter,” ujarnya.

Dalam dua hari terakhir, jarak pandang di sekitar area penerbangan berada di bawah kondisi yang dibutuhkan untuk mendukung operasional penerbangan. Pada Jumat, jarak pandang disebut hanya mencapai sekitar 800 meter, sementara jarak pandang aman berada di kisaran 1.500 hingga 2.000 meter.

Dampak kondisi tersebut terlihat dari jumlah penerbangan yang terganggu. Sebanyak 16 pergerakan terdampak pada Kamis dan meningkat menjadi 18 pergerakan pada Jumat.

Dengan demikian, total 34 pergerakan penerbangan di Bandara Tjilik Riwut terdampak kabut asap dalam dua hari. Kondisi jarak pandang juga dapat berubah mengikuti arah angin dan tingkat kepekatan kabut asap.

(Reno Panggalih Nuha Lathifah)


Close Ads X
Close Ads X