Jalan lingkar selatan Palembang-Banyuasin yang tertutup kabut asap. ANTARA FOTO/Nova Wahyudi/nz
Diselimuti Kabut Asap, Penerbangan Ketapang-Pontianak Terganggu Selama Sepekan
Elvina Sihombing • 19 September 2026 16:22
Ketapang: Pekatnya kabut asap akibat kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Ketapang, Kalimantan Barat, mengganggu aktivitas penerbangan di Bandara Rahadi Oesman. Selama sepekan terakhir, penerbangan rute Ketapang-Pontianak terhenti karena jarak pandang belum memenuhi standar keselamatan penerbangan.
Kepala Bandara Rahadi Oesman Dwi Muji Raharjo mengatakan bandara tetap beroperasi sesuai jam operasional. Namun, penerbangan menuju Pontianak belum dapat dilayani akibat kondisi jarak pandang yang terbatas.
“Jarak pandang minimal untuk bisa landing itu adalah 2.800 meter, terus untuk take off minimal 1.600 meter. Kalau pagi kita dapati adalah sekitar 100 meter, 400 meter,” kata Dwi di Ketapang, Sabtu, 19 September 2026.
Berdasarkan data Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), jarak pandang pada pagi hari berada di kisaran 100 hingga 400 meter. Kondisi tersebut berangsur membaik menjelang siang, tetapi belum selalu mencapai batas minimal yang dibutuhkan untuk operasional penerbangan.
Kondisi tersebut membuat penerbangan menuju Pontianak harus dibatalkan. Meskipun maskapai tetap menyediakan layanan penerbangan, faktor keselamatan menjadi pertimbangan utama dalam keputusan tersebut.
“Terkait dengan kegiatan penerbangan bisa kami laporkan bahwa di semingguan terakhir ini, kegiatan penerbangan ke Pontianak sama sekali tidak ada penerbangan. Meskipun dari pihak airline sebenarnya ada pelayanan, namun demikian karena alasan keselamatan penerbangan, jarak pandang yang terbatas, sehingga penerbangan dibatalkan,” ujarnya.

Bandara Rahadi Oesman. (Dokumentasi/ Kemenhub)
Sementara itu, rute Ketapang-Jakarta masih beroperasi meski sejumlah penerbangan mengalami keterlambatan akibat kondisi jarak pandang.
Dalam kondisi normal, rute Ketapang-Pontianak melayani enam penerbangan setiap hari. Rute tersebut menjadi penerbangan dengan frekuensi terbanyak di Bandara Rahadi Oesman.