Turki dan Spanyol Kutuk Pembajakan Israel terhadap Kapal GSF

19 May 2026 22:23

Presiden Turki, Recep Tayyip Erdogan, dan Menteri Luar Negeri Spanyol, Jose Manuel Albares, secara tegas melontarkan kecaman keras terhadap tindakan militer Israel. Kecaman ini menyusul serangan dan pencegatan yang dilakukan Angkatan Laut Israel terhadap kapal kemanusiaan yang berusaha menembus blokade ilegal di Jalur Gaza, Palestina.

Aksi pencegatan yang terjadi di wilayah perairan internasional tersebut dinilai oleh kedua negara sebagai pelanggaran berat terhadap hukum laut dan prinsip kemanusiaan internasional.

Erdogan: "Ini Tindakan Pembajakan dan Perampokan"

Dalam pidato resminya, Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan mengecam keras operasi militer Israel terhadap armada Global Sumud Flotilla. Ia secara terang-terangan menyebut tindakan pencegatan armada yang membawa misi kemanusiaan dan relawan lintas negara tersebut sebagai cerminan dari rezim fasis.

"Hari ini kita sekali lagi menyaksikan bagaimana Israel diperintah oleh mentalitas fasis. Armada Global Sumud, yang membawa bantuan kemanusiaan ke Gaza, diserang oleh pasukan Israel di perairan internasional. Saya mengutuk keras tindakan pembajakan dan perampokan ini terhadap para penumpang harapan di Armada Sumud, yang terdiri dari warga negara dari 40 negara berbeda," tegas Erdogan dikutip dari Metro Hari Ini, Metro TV, Selasa 19 Mei 2026. 


Pemimpin Turki tersebut juga kembali menegaskan posisi teguh negaranya dalam mendukung perjuangan kemerdekaan rakyat Palestina dan melindungi para aktivis kemanusiaan. "Hari ini, saya menegaskan kembali bahwa Turki berdiri bersama rakyat Gaza dan mereka yang mengulurkan tangan membantu Gaza."

Spanyol Panggil Utusan Israel untuk Protes Resmi

Kecaman tajam senada juga disuarakan oleh pemerintah Spanyol. Menteri Luar Negeri Spanyol, Jose Manuel Albares, menyoroti aspek pelanggaran yurisdiksi yang dilakukan oleh otoritas Israel di perairan internasional yang seharusnya bebas dari intervensi militer sepihak.

Menurut Albares, aparat Israel sama sekali tidak memiliki hak atau kewenangan hukum untuk melakukan pencegatan di wilayah tersebut. Sebagai langkah diplomatik yang konkret dan tegas, pemerintah Spanyol langsung merespons insiden tersebut dengan memanggil perwakilan resmi Israel di Madrid. 

"Saya ingin menegaskan kembali kecaman saya terhadap tindakan Israel di luar yurisdiksi teritorialnya. Tidak ada agen Israel yang memiliki yurisdiksi di perairan tersebut, dan saya ingin menyampaikan seruan keras untuk menghentikan semua tindakan yang bertentangan dengan hukum internasional dan hukum laut," ujar Albares.

"Saya juga memberitahukan bahwa pagi ini saya telah memanggil Kuasa Usaha Kedutaan Besar Israel di Madrid untuk menyampaikan protes resmi dan tegas kami atas insiden baru ini," tambahnya.

Jangan lupa ikuti update berita lainnya dan follow  akun
Google News Metrotvnews.com
(Sofia Zakiah)