Di tengah meningkatnya kebutuhan makanan siap saji selama musim haji, Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) memberikan apresiasi kepada sejumlah perusahaan penyedia makanan siap saji. Salah satunya PT Halalan Thayyiban Indonesia (PT HTI), atas konsistensinya menerapkan standar keamanan pangan.
Penghargaan tersebut diberikan sebagai bentuk pengakuan terhadap penerapan standar keamanan pangan. Mulai dari proses produksi, pengemasan, hingga distribusi produk.
BPOM berharap apresiasi ini dapat mendorong industri pangan nasional untuk terus meningkatkan kualitas dan menghadirkan produk yang aman bagi masyarakat.
Ketua BPOM Taruna Ikrar menjelaskan bahwa masa simpan makanan siap saji ditetapkan berdasarkan hasil pengujian yang dilakukan terhadap masing-masing produk. Menurutnya, setiap jenis makanan memiliki masa kedaluwarsa yang berbeda sesuai karakteristik dan hasil uji yang diperoleh.
"Bisa 6 bulan, bisa 1 tahun, bisa sampai 1,5 tahun. Ada beberapa produk tergantung jenisnya karena kan kita ada ujinya. Kita bisa berikan izin sampai berapa lama dia expired," ujar Taruna dalam tayangan Headline News Metro TV, Kamis 2 Juli 2026.
Ia menambahkan, penerapan standar keamanan pangan juga berkontribusi terhadap peningkatan daya saing produk Indonesia di pasar internasional. Menurutnya, kualitas produk yang telah memenuhi standar menjadi salah satu faktor pendukung peningkatan ekspor pangan nasional.
"Membuktikan berbagai case, apakah yang ada di Arab Saudi, di Amerika, di Taiwan, di Korea Selatan, di India. Jadi betul ada hubungannya dengan kepentingan ekspor kita, karena nilai ekspor pangan sangat besar," katanya.
Sementara itu, pelaku
UMKM sekaligus penyedia makanan siap saji untuk jemaah haji, Puspo Wardoyo, mengatakan pihaknya telah hampir lima tahun memasok makanan bagi jemaah haji Indonesia. Ia mengaku tantangan terbesar yang dihadapi adalah mengubah persepsi masyarakat yang masih menganggap makanan siap saji identik dengan produk yang kurang sehat dan mengandung bahan pengawet.
"Ini memang sudah hampir 5 tahun ini kami menyediakan makanan untuk haji. Dan banyak penuh tantangan-tantangan karena untuk menyampaikan produk makanan siap saji ini memang sangat luar biasa. Mereka selalu menganggap makanan siap saji itu tidak enak dan juga ada pengawet dan sebagainya," ujar Puspo.