24 April 2026 16:03
Situasi terkini di Iran dilaporkan masih relatif aman, namun ketegangan tetap terasa terutama di Selat Hormuz yang kini dijaga ketat oleh militer Iran. Hal ini menyusul meningkatnya eskalasi konflik dengan Amerika Serikat.
Kontributor Metro TV di Iran, Ismail Amin, melaporkan bahwa Iran meningkatkan pengamanan dan memberlakukan regulasi baru di Selat Hormuz. Meski demikian, aktivitas pelabuhan masih berjalan dan jalur pelayaran tetap dibuka secara terbatas dengan syarat kapal melakukan koordinasi terlebih dahulu dengan otoritas Iran.
“Suasana saat ini di Iran masih relatif aman. Di Selat Hormuz ada peningkatan keamanan yang dilakukan oleh Iran menyusul diberlakukannya kembali penutupan Selat Hormuz. Salah satu kapal dagang berbendera Iran itu sempat disita oleh pihak Amerika Serikat yang memberlakukan blokade terhadap Selat Hormuz. Dan ini juga dibalas oleh Iran dengan menyita dua kapal tanker yang disebutkan membawa misi Israel. Dan dua kapal tanker ini disebutkan sudah diarahkan ke perairan Iran,” ujar Ismail dalam tayangan Breaking News Metro TV, Jum'at 24 April 2026.
Sementara itu di dalam Negeri Iran, gelombang aksi unjuk rasa terus berlangsung. Warga mendesak pemerintah untuk tidak melanjutkan negosiasi dan menolak gencatan senjata. Mereka bahkan mendorong agar Iran kembali ke fase perang untuk melanjutkan operasi militer.
Sebelumnya, perundingan yang dimediasi oleh Pakistan dilaporkan mengalami kebuntuan. Iran menilai Amerika Serikat tidak menunjukkan keseriusan dan justru mengajukan tuntutan yang dianggap tidak rasional, termasuk soal pengayaan uranium dan penghentian kebijakan di Selat Hormuz.
| Baca juga: Detik-detik Garda Revolusi Iran Sita 2 Kapal Asing di Selat Hormuz |
Iran sendiri mengajukan dua syarat utama untuk melanjutkan negosiasi, yakni penghentian seluruh agresi militer termasuk di Gaza dan Lebanon, serta pencabutan blokade di Selat Hormuz. Namun hingga kini, kedua syarat tersebut belum dipenuhi.