29 July 2026 18:00
Pemerintah menyiapkan sejumlah langkah untuk mengantisipasi ancaman kekeringan akibat musim kemarau dan potensi peningkatan El Nino. Mulai dari memastikan ketersediaan air di bendungan dan waduk, menggelar operasi modifikasi cuaca, sekaligus mengantisipasi kebakaran hutan dan lahan (karhutla).
Dikutip dari program Prioritas Indonesia Metro TV, Rabu, 29 Juli 2026, Menteri Koordinator Bidang Infrastruktur dan Kewilayahan Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) mengatakan kesiapan infrastruktur sumber daya air menjadi salah satu fokus yang dibahas.
“Kita harus mengantisipasi jika memang sangat diperlukan, tentu kita berkoordinasi dengan BMKG misalnya untuk melakukan operasi modifikasi cuaca untuk memastikan waduk-waduk kita debit airnya tetap dalam kondisi yang aman, termasuk danau. Kedua tentu juga ada ancaman karhutla, kebakaran hutan dan lahan. Ini juga sesuatu yang serius harus kita antisipasi jangan sampai titik-titik api tidak bisa kita kontrol dengan baik,” ujar AHY.
Sementara itu Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman memastikan potensi gagal panen akibat El Nino, yang disebut sebagai El Nino Godzilla, tidak akan berpengaruh terhadap stok pangan nasional.
Pemerintah juga memastikan produksi padi di daerah beririgasi tetap berjalan meski terjadi penurunan curah hujan. Amran menekankan pemerintah telah menyiapkan langkah antisipasi, sehingga dampak musim kemarau bisa diminimalisir.
“Kalau sektor pertanian ada, ada beberapa daerah kering. Tetapi secara nasional insyaallah aman. Dan yang terpenting hari ini stok kita tetap bertahan di 5,2 juta ton. Jadi InsyaAllah aman. Kalau sekarang persiapan kita, stok pangan kita aman, standing crop nilainya itu kurang lebih 10-11 juta ton. Standing crop yang ditanam sekarang daerah irigasi. Kalau kita hitung 10 bulan ke depan, ini overlap. Maret itu panen puncak. Jadi aman,” ujar Amran.
Pemerintah optimistis lewat langkah antisipasi sejak dini, stabilitas harga pangan dan kebutuhan pokok masyarakat selama musim kemarau dapat terus terjaga.