BPBD Kabupaten Bekasi mendistribusikan bantuan air bersih di Desa Medalkrisna, Kecamatan Bojongmangu, Selasa (27/7/2026).ANTARA/Pradita Kurniawan Syah.
Hadapi Kemarau dan El Nino, BNPB: Modifikasi Cuaca hingga Distribusi Air Bersih
Lukman Diah Sari • 29 July 2026 11:04
Jakarta: Pemerintah berupaya melakukan mitigasi bencana untuk menghadapi kemarau dan potensi El Nino. Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) menyebut sejumlah langkah antisipasi untuk memperkuat mitigasi.
"Melalui operasi modifikasi cuaca (OMC) di wilayah prioritas, pembangunan sumur bor, pipanisasi, serta dukungan distribusi air bersih bagi masyarakat terdampak," ujar Kepala Pusat Data, Informasi, dan Komunikasi Kebencanaan BNPB, Abdul Muhari, dalam keterangan resmi, pada Rabu, 29 Juli 2026.
Dia menyebut upaya tersebut untuk menjaga ketersediaan air bersih. Selain itu, juga untuk mendukung kebutuhan pertanian.
Ribuan Liter Air Bersih Disalurkan
Abdul mengungkap, ribuan liter air bersih telah disalurkan ke wilayah terdampak. Dia menyebut, kekeringan di Kabupaten Bogor, Jawa Barat, terjadi sejak 1 Juli 2026, berdampak ke 21.504 kepala keluarga atau 69.889 jiwa."BPBD Kabupaten Bogor kembali menambah distribusi air bersih sebanyak 30.000 liter atau enam ritase, di antaranya disalurkan kepada warga Kampung Cipambuan RT 02/RW 04, Desa Cipambuan, Kecamatan Babakan Madang," jelas dia.
Selanjutnya, di Provinsi Jawa Tengah, kekeringan di Kabupaten Banjarnegara sejak 22 Juni 2026, telah berdampak pada 3.805 kepala keluarga atau 11.920 jiwa.
"Hingga Selasa, 28 Juli, BPBD telah mendistribusikan 120.000 liter air bersih menggunakan 20 mobil tangki dan 16 trip kendaraan bak terbuka," ungkap Abdul. Kekeringan di Kabupaten Grobogan, sejak 1 Mei 2026, berdampak pada 1.434 kepala keluarga. BPBD Kabupaten Grobogan menyalurkan 30.000 liter air bersih menggunakan dua unit mobil tangki.
Kemudian di Kabupaten Demak, kekeringan terjadi sejak 1 Juni 2026, berdampak pada 850 kepala keluarga atau 2.490 jiwa. Sebanyak 25.000 liter air bersih didistribusikan kepada masyarakat di Desa Undaan Kidul, Kecamatan Karanganyar.
Selanjutnya, kekeringan di Kabupaten Banyumas terjadi sejak awal Juli 2026, berdampak pada 5.512 kepala keluarga atau 17.692 jiwa. Distribusi bantuan air bersih masih terus dilakukan untuk memenuhi kebutuhan masyarakat di wilayah terdampak.
%20(1).jpg)
Ilustrasi kekeringan. Foto: Dok. MGN.
Di Kabupaten Pemalang, kekeringan yang terjadi sejak Minggu, 1 Juni 2026, berdampak pada 6.109 kepala keluarga. Hingga saat ini, bantuan air bersih telah menjangkau 1.095 kepala keluarga melalui BPBD, 420 kepala keluarga melalui PMI, 487 kepala keluarga melalui Baznas, serta 40 kepala keluarga melalui Sabawana.
Sedangkan di Kabupaten Pekalongan, kekeringan yang terjadi sejak Juli 2026, berdampak pada 259 kepala keluarga atau 458 jiwa. BPBD Kabupaten Pekalongan kembali mendistribusikan 8.000 liter air bersih, sehingga total bantuan yang telah disalurkan mencapai 100.000 liter atau 25 tangki.
BNPB mengimbau pemerintah daerah dan masyarakat untuk terus meningkatkan kesiapsiagaan menghadapi musim kemarau. Di samping itu, masyarakat juga diimbau menggunakan air secara bijak dalam menghadapi ancaman kekeringan.