10 January 2026 22:57
Memasuki bulan kedua pascabencana banjir bandang dan tanah longsor yang menerjang Kecamatan Batang Toru, Kabupaten Tapanuli Selatan, Sumatra Utara, ratusan warga terdampak masih bertahan di posko pengungsian. Desa Garoga menjadi salah satu wilayah dengan kerusakan terparah, di mana permukiman warga kini rata dengan tanah.
Bencana yang terjadi pada November 2025 tersebut menghancurkan rumah-rumah warga hingga tak bersisa. Berdasarkan pantauan di lokasi, kondisi Desa Garoga saat ini menyerupai lapangan terbuka karena ketiadaan bangunan yang masih berdiri tegak.
Pemerintah terus berupaya menyediakan hunian yang layak bagi para pengungsi. Sebagai langkah penanganan jangka pendek, Pemerintah memberikan dana sebesar Rp600.000 per Kepala Keluarga (KK) yang diberikan selama jangka waktu tiga bulan. Sementara bagi warga yang tidak mendapatkan bantuan berupa uang tunai, mereka akan difasilitasi dengan tenda-tenda darurat sebagai hunian sementara.
| Baca juga: Aktivitas Warga Tapanuli Selatan Mulai Bangkit di Tengah Keterbatasan Pascabencana |