Dharma Teaching di Magelang Ditutup dengan Buddha Maitreya Empowerment

Duta Erlangga • 12 January 2026 12:44

 

 

Magelang: Guru Vajradhara His Holiness the 12th Chamgon Kenting Taisitupa memimpin pelaksanaan Buddha Maitreya Empowerment, pada Minggu, 11 Januari 2025. Kegiatan ini sekaligus menjadi rangkaian penutup kegiatan kegiatan Dharma Teaching & Empowerment yang diselenggarakan oleh Perwakilan Umat Buddha Indonesia (WALUBI) bersama Palpung Indonesia di Magelang, Jawa Tengah.

 

Acara dimulai dengan pemberian kekuatan Buddha Maitreya, yaitu melalui Doa Tujuh Cabang, Persembahan Mandala bersama dengan Representasi Tubuh, Ucapan, dan Pikiran.

 

Chamgon Kenting Taisitupa menjelaskan, Buddha Maitreya merupakan istilah dalam bahasa Sanskerta yang merujuk pada Bodhisattva yang “tidak pernah menutup matanya.” Ini simbol dari kepedulian tanpa henti terhadap seluruh makhluk hidup.

 

Baca Juga :

Chamgon Kenting Taisitupa Pimpin Dharma Teaching 'Wisdom for Meaningful Life'

 

“Buddha Maitreya adalah istilah Sansekerta. Artinya, seorang Bodhisattva yang tidak pernah menutup matanya, selalu terbuka untuk kepentingan semua makhluk hidup. Jadi itu adalah kasih sayang karena kasih sayang sejati ada di dalam diri kita,” ujar Yang Mulia Chamgon Kenting Taisitupa di Graha Palpung Padmasambhava.

 

Ia mencontohkan kasih sayang seorang ibu kepada anaknya sebagai bentuk welas asih yang paling alami. Menurutnya, kasih sayang tersebut tidak hanya dimiliki manusia, tetapi juga hewan dan seluruh makhluk hidup, termasuk makhluk halus.

 

Karena itu, ia menekankan pentingnya menumbuhkan welas asih kepada diri sendiri sebelum berbelas kasih kepada orang lain. Upaya berbelas kasih yang hanya bersumber dari faktor eksternal, tanpa kasih sayang terhadap diri sendiri, dinilainya tidak sepenuhnya tulus.

 

“Kita mencoba menumbuhkan welas asih dari beberapa sumber eksternal dan mencoba untuk berbelas kasih kepada orang lain dan tidak berbelas kasih kepada diri sendiri, maka itu tidak benar-benar 100 persen tulus,” katanya.

 

Buddha Maitreya Empowerment menjadi agenda utama kegiatan spiritual yang digelar pada hari ini dan diikuti umat Buddha dari berbagai negara. Hal tersebut disampaikan oleh Ketua Majelis Palpung Indonesia Prajna Murdaya usai kegiatan berlangsung.

 

Prajna Murdaya menjelaskan, Buddha Maitreya diyakini sebagai Buddha masa depan yang akan muncul setelah Buddha Gautama atau Sakyamuni Buddha. Menurut ajaran Buddhisme, Sakyamuni Buddha lahir sekitar 2.000 tahun lalu, sementara Buddha Maitreya diperkirakan akan hadir sekitar dua juta tahun mendatang.

 

“Buddha Maitreya adalah Buddha masa depan. Saat ini kita mengenal Buddha Sakyamuni. Buddha Maitreya akan menjadi Buddha berikutnya,” ujar Prajna.

 

Ia menuturkan, kegiatan Buddha Maitreya Empowerment ini menarik perhatian umat dari berbagai belahan dunia. Setidaknya, peserta tercatat datang dari 26 negara untuk mengikuti dan menyaksikan langsung ajaran yang disampaikan oleh Guru Vajradhara His Holiness Yang Mulia Chamgon Kenting Taisitupa.

 

“Banyak orang datang dari 26 negara yang berbeda untuk melihat Taisitupa Rinpoche berbicara. Ini merupakan pertama kalinya beliau hadir dan berbicara secara langsung,” katanya.

 

Prajna menyebutkan, para peserta tidak hanya berasal dari kawasan Asia, tetapi juga dari negara-negara di Eropa, Amerika, hingga Afrika. Di antaranya datang dari Rusia, China, Australia, Amerika Serikat, dan sejumlah negara Afrika.

 

Antusiasme peserta mencerminkan besarnya perhatian umat internasional terhadap ajaran dan kegiatan spiritual yang disampaikan oleh Taisitupa Rinpoche, sekaligus menunjukkan kuatnya daya tarik ajaran Buddha Maitreya bagi umat Buddha lintas negara.

 

Sementara itu peserta asal Norwegia, Tara, mengungkapkan kesan mendalam terhadap ajaran yang disampaikan oleh Guru Vajradhara His Holiness Chamgon Kenting Taisitupa.

 

Ajaran tersebut memiliki makna yang sangat kuat dan memberikan arahan utama dalam menjalani kehidupan sehari-hari.

 

Baca Juga :

Yang Mulia Chamgon Kenting Taisitupa Pimpin Ritual Suci di Graha Palpung Padmasambhava Magelang

 

“Ini adalah ajaran yang sangat kuat dan bermakna. Ajaran-ajaran ini mengajarkan bagaimana menjalankan kehidupan yang lebih bermakna dan lebih diberkati, tidak hanya bagi diri kita sendiri, tetapi juga bagi orang lain,” ujar Tara.

 

Ajaran yang diterimanya bukan sekadar pemahaman konseptual, melainkan sebuah berkat spiritual yang dapat dirasakan secara langsung. Berkat tersebut, kata dia, mengalir melalui Guru Vajradhara Taisitupa dan para guru yang menyampaikannya.

 

“Ini adalah berkat yang lebih dari sekadar kata-kata. Melalui Guru, Anda benar-benar bisa merasakannya,” katanya.

 

Ajaran ini diharapkan dapat menjadi pedoman dalam menjalani kehidupan yang lebih sadar, penuh makna, dan membawa manfaat bagi sesama.

 

Selain di Magelang, rangkaian Dharma Teaching dijadwalkan berlangsung di JIEXPO Convention Centre & Theatre, Jakarta. Kegiatan di Jakarta akan digelar pada 16-17 Januari 2026 dengan tema ajaran Dharma tentang cinta kasih dan welas asih, serta dilanjutkan pada 18 Januari 2026 dengan sesi Buddha Maitreya Empowerment.

Jangan lupa ikuti update berita lainnya dan follow  akun
Google News Metrotvnews.com
(Zein Zahiratul Fauziyyah)