Badan Geologi Pastikan Erupsi Anak Krakatau Saat Ini Tidak Berpotensi Tsunami

6 September 2026 11:47

Badan Geologi Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) memastikan aktivitas erupsi Gunung Anak Krakatau yang tengah meningkat saat ini tidak berpotensi memicu terjadinya tsunami seperti peristiwa pada Desember 2018 silam.

Kepala Badan Geologi, Lana Saria, menjelaskan bahwa Tsunami Selat Sunda pada 22 Desember 2018 lalu dipicu oleh keruntuhan sebagian besar tubuh gunung api ke laut dalam volume yang sangat besar. Berdasarkan pemetaan morfologi terbaru, bentuk dasar tubuh gunung dan kawah utama saat ini relatif tidak menunjukkan perubahan ekstrem yang berisiko mengalami keruntuhan berskala besar.
 



"Berdasarkan hasil evaluasi hingga saat ini, pertumbuhan tubuh Gunung Anak Krakatau yang terbentuk kembali pasca erupsi 22 Desember 2018 masih relatif kecil dan tidak berpotensi mengalami keruntuhan dalam skala yang dapat memicu tsunami," ujar Lana Saria dalam keterangan resminya, dikutip dari tayangan YouTube Metro TV, Minggu 6 September 2026.

Meskipun demikian, Badan Geologi mencatat aktivitas vulkanik mengalami peningkatan sejak Juli 2026 dan statusnya telah dinaikkan ke Level III Siaga. Puncak aktivitas tertinggi tercatat pada awal September ini dengan Gunung Anak Krakatau mengalami erupsi menerus disertai semburan lava.

Badan Geologi tetap mengimbau masyarakat agar tidak panik terhadap isu yang tidak bersumber dari instansi resmi dan tetap mematuhi radius aman sejauh tiga kilometer dari pusat aktivitas.

(Sofia Zakiah)


Close Ads X
Close Ads X