8 September 2026 11:05
Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Tito Karnavian secara tegas menyoroti rendahnya realisasi anggaran penanganan darurat bencana di sejumlah kabupaten terdampak gempa bumi di Pulau Flores, Nusa Tenggara Timur (NTT). Lambatnya penyerapan dana ini dinilai menghambat upaya pemulihan bagi ribuan warga yang masih bertahan di posko-posko pengungsian.
Ditemui di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, Tito mengungkapkan bahwa pemerintah pusat sebenarnya telah mengucurkan alokasi tambahan anggaran sebesar Rp200 miliar khusus untuk percepatan penanganan bencana di Flores. Dana tersebut dibagi secara proporsional, yakni Rp40 miliar untuk tingkat Pemerintah Provinsi NTT, serta masing-masing Rp20 miliar untuk delapan kabupaten terdampak di wilayah Flores.
Kendati dana telah disalurkan, hasil evaluasi dan pengecekan Kementerian Dalam Negeri menunjukkan bahwa realisasi di tingkat kabupaten masih sangat rendah. Tito mencontohkan penyerapan anggaran di Kabupaten Sikka baru mencapai angka 1 persen. Bahkan, kondisi di Kabupaten Manggarai Timur tercatat jauh lebih memprihatinkan karena anggaran yang tersisa sangat minim, padahal daerah tersebut mengalami dampak kerusakan yang cukup parah akibat gempa.