Menpar Widiyanti Tinjau Desa Adat Sade, Siapkan Pemulihan Pascakebakaran

7 September 2026 23:17

Menteri Pariwisata (Menpar) Widiyanti Putri Wardhana meninjau langsung kondisi Desa Adat Sade di Lombok Tengah, Nusa Tenggara Barat (NTB), pascamusibah kebakaran yang melanda kawasan tersebut. Kunjungan ini dilakukan untuk memastikan penanganan darurat dan perencanaan pemulihan berjalan optimal bagi masyarakat dan ekosistem pariwisata setempat.

"Kami berfokus untuk jangka menengah dan jangka panjangnya, bagaimana masyarakat Desa Sade ini bisa kembali aktif bekerja, ibu-ibu bisa mulai menenun kembali, dan anak-anak bisa kembali bersekolah," kata Menpar Widianti dikutip dari tayangan Prioritas Indonesia Metro TV, Senin, 7 September 2026.

Menpar Widiyanti menegaskan bahwa proses pemulihan akan dilakukan secara terkoordinasi dengan tetap memprioritaskan pelestarian nilai budaya dan arsitektur tradisional khas suku Sasak. Menurutnya, rumah adat di Desa Sade bukan sekadar tempat tinggal, melainkan simbol identitas sejarah dan ruang utama bagi masyarakat untuk mencari nafkah.
 


Berdasarkan data sementara dari pemerintah daerah, musibah kebakaran tersebut berdampak signifikan terhadap kehidupan warga. Tercatat sebanyak 189 kepala keluarga (KK) dan 320 pelaku pariwisata kehilangan sarana pendukung ekonomi mereka.

Sebagai langkah nyata, Kemenpar bersama Pemerintah Daerah (Pemda) NTB telah membentuk tim kerja untuk melakukan pendataan detail terkait warga dan pekerja yang terdampak. Selain itu, pemerintah mulai merancang master plan atau rencana induk pemulihan kawasan.

"Kami juga minta tadi untuk dibuat bersama Pemda, tim kerja untuk mendata kembali secara detail. Atas pimpinan Pak Gubernur dan Pak Bupati juga, mulai membuat master plan. Master plan ini harus menjadi pilot project bagi desa-desa adat lainnya dalam menghadapi situasi serupa," ucapnya.

Kunjungan ini juga menjadi bentuk empati mendalam pemerintah pusat terhadap warga Desa Sade. Diharapkan dengan adanya perencanaan yang matang, aktivitas pariwisata dan ekonomi kreatif di desa ikonik tersebut dapat segera bangkit kembali tanpa meninggalkan akar budayanya.

(Nopita Dewi)


Close Ads X
Close Ads X