1.000 PMI Asal Bali Diberangkatkan ke Bulgaria

3 April 2026 21:19

Kementerian Perlindungan Pekerja Migran Indonesia (P2MI) resmi melepas 1.000 anak muda asal Bali untuk bekerja di sektor pelayanan di Bulgaria. Acara pelepasan yang berlangsung di Sanur, Denpasar, dipimpin langsung oleh Menteri P2MI, Mukhtarudin, pada Kamis, 2 April 2026. 

Pemberangkatan ini menandai pembukaan ruang yang lebih besar bagi tenaga kerja Indonesia di kawasan Eropa Timur. Para PMI yang berangkat merupakan tenaga kerja terpilih yang telah melalui serangkaian pelatihan keterampilan, penguasaan bahasa, hingga pembekalan budaya kerja internasional.

Menteri Mukhtarudin mengungkapkan bahwa potensi pasar kerja di Bulgaria masih sangat luas. Meskipun tahap awal ini baru memenuhi 1.000 orang, permintaan dari negara tersebut sebenarnya jauh melampaui jumlah yang ada saat ini.

"Bulgaria itu ada 5.000 permintaan lagi, jadi besar sekali. Negara-negara Eropa Timur sekarang membuka ruang bagi pekerja kita. Ini peluang yang harus dimanfaatkan karena memiliki dampak ekonomi yang besar bagi bangsa kita," ujar Mukhtarudin.
 

Baca juga:
Cak Imin Lepas 200 PMI ke Jepang, Didominasi Lulusan SMK

Pemerintah juga menekankan pentingnya keberangkatan secara prosedural. Perlindungan terhadap PMI terus ditingkatkan melalui sistem pengawasan ketat, mulai dari masa sebelum keberangkatan, selama bekerja di luar negeri, hingga kembali ke tanah air.

Di sela acara pelepasan, Menteri P2MI juga memberikan pembaruan terkait kondisi para pekerja migran yang berada di kawasan Timur Tengah menyusul ketegangan geopolitik antara AS-Zionis dan Iran. Mukhtarudin memastikan hingga saat ini tidak ada laporan mengenai dampak fisik atau luka-luka yang menimpa PMI di wilayah konflik.

Para pekerja di Qatar, Abu Dhabi, Oman, Yordania, hingga Kuwait dilaporkan hanya mengalami trauma akibat suara ledakan atau rudal yang melintas. Sementara pekerja migran yang berada di Iran berada dalam kondisi aman dan tidak terdampak secara langsung oleh eskalasi militer.

Jangan lupa ikuti update berita lainnya dan follow  akun
Google News Metrotvnews.com
(Sofia Zakiah)