Eskalasi serangan militer gabungan Amerika Serikat dan Israel di wilayah Iran dilaporkan semakin masif dan kini menargetkan sejumlah fasilitas sipil. Rumah Sakit Anak Gandhi di ibu kota Teheran menjadi salah satu target pengeboman, memicu kepanikan dan memaksa dilakukannya evakuasi darurat bagi para pasien.
Selain fasilitas kesehatan tersebut, gempuran udara ini juga dilaporkan menghancurkan gedung organisasi kemanusiaan Bulan Sabit Merah Iran. Dampak ledakan dari rentetan serangan tersebut dikabarkan turut merusak sejumlah rumah sakit dan fasilitas umum lain yang berada di sekitarnya.
Tidak hanya menyasar sektor medis dan kemanusiaan, pasukan AS dan Israel juga membombardir gedung stasiun televisi pemerintah Republik Islam Iran. Langkah ini dinilai oleh otoritas setempat sebagai taktik sengaja untuk membungkam arus informasi publik terkait kejahatan perang dan eskalasi yang sedang terjadi.
Akibat pengeboman tersebut, siaran televisi nasional Iran mengalami gangguan mendadak. Pihak stasiun televisi terpaksa mengeluarkan instruksi darurat yang meminta seluruh warga untuk mengikuti pembaruan informasi terkini melalui saluran radio.
Meskipun serangan bertubi-tubi ini secara gamblang menargetkan fasilitas publik dan sipil di Iran, hingga kini belum ada kecaman resmi yang keluar dari negara-negara Arab. Sebaliknya, sejumlah negara Teluk Arab justru dilaporkan melayangkan kecaman terhadap serangan rudal balasan yang dilakukan oleh Iran, yang diklaim Teheran murni sebagai bentuk pertahanan diri atas agresi Zionis Israel dan AS.