AS Disebut Siap Lepas Dana Iran jika Ada Kemajuan Program Nuklir

Bendera Amerika Serikat dan Iran. (Anadolu Agency)

AS Disebut Siap Lepas Dana Iran jika Ada Kemajuan Program Nuklir

Muhammad Reyhansyah • 29 September 2026 11:04

Washington: Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump bersedia menawarkan keringanan sanksi dan pelepasan dana Iran yang dibekukan sebagai imbalan atas kemajuan konkret terkait program nuklir Iran.

Menurut laporan Axios yang mengutip seorang pejabat AS, Senin, 28 September 2026. Washington terlibat dalam pembicaraan yang “positif dan konstruktif” melalui para mediator. 

“AS tidak akan menyelesaikan kesepakatan sebelum seluruh persoalan terkait program nuklir Iran ditangani,” kata pejabat tersebut, dikutip dari TRT World.

Gedung Putih belum segera menanggapi laporan tersebut.

Potensi pembukaan diplomatik tersebut muncul setelah Trump pada Sabtu menolak proposal Iran untuk meredakan ketegangan dan membuka kembali Selat Hormuz. Trump menyebut persyaratan Teheran “tidak dapat diterima."

Pada Minggu, Trump mengatakan dia memperkirakan perundingan lebih lanjut dengan Iran akan berlangsung pekan ini. Ia menilai para pejabat Iran telah “salah memainkan kartu mereka” dalam pembicaraan sebelumnya.

Sementara itu, Menteri Luar Negeri Iran Abbas Araghchi diperkirakan bertemu para mediator di New York pada Senin untuk membahas proposal terkait Selat Hormuz dan perundingan dengan Washington, menurut kantor berita Iran ISNA.

Tidak ada perwakilan AS yang akan menghadiri pertemuan tersebut, menurut ISNA.

Araghchi dan delegasi Iran diperkirakan meninjau proposal terbaru dan membahas situasi dengan para mediator, kata kantor berita tersebut.

Pada awal kunjungannya ke New York, Araghchi mengatakan Iran telah mengusulkan pembukaan kembali Selat Hormuz sebagai bagian dari kesepakatan untuk mengakhiri perang. Sebagai imbalannya, Iran meminta pelepasan dana dan asetnya yang menurut Teheran dibekukan secara ilegal.

ISNA mengatakan proposal tersebut telah disampaikan kepada AS melalui para mediator di New York.

Ketika ditanya mengenai respons Washington terhadap proposal tujuh poin Iran, Araghchi mengatakan, “Kami melihat reaksi awal dari presiden AS, tetapi para mediator belum menyampaikan apa pun kepada kami.”

“Kami menunggu para perantara menyampaikan jawaban definitif, dan kami akan mengambil keputusan sesuai dengan itu,” tambahnya.

“Bagaimanapun, persyaratan kami sudah jelas. Setiap kemajuan menuju pembukaan kembali Selat Hormuz bergantung pada terpenuhinya persyaratan tersebut, dan kami tidak akan mundur dari persyaratan itu,” lanjut Araghchi.

Proposal Tujuh Poin Iran

Proposal Iran menyerukan agar Selat Hormuz kembali menjadi jalur pelayaran normal dalam waktu satu pekan.

Berdasarkan rencana tersebut, AS akan melepaskan aset Iran yang dibekukan, mencabut sanksi terhadap minyak Iran, dan mengakhiri blokade laut terhadap pelabuhan-pelabuhan Iran.

Iran kemudian akan membuka kembali jalur air strategis tersebut, sementara perundingan mengenai kesepakatan akhir akan dilanjutkan.

Posisi terbaru AS menunjukkan Washington mungkin bersedia membahas sebagian tuntutan ekonomi Teheran. Namun, pejabat AS tersebut menegaskan bahwa kesepakatan apa pun tetap bergantung pada penyelesaian kekhawatiran terkait program nuklir Iran.

Baca juga: Trump Bantah Tawarkan Keringanan Sanksi kepada Iran demi Konsesi Nuklir

(Willy Haryono)