Polisi Inggris membebaskan dengan jaminan lima tersangka dugaan plot bom di dekat RAF Fairford. (Anadolu Agency)
Inggris Bebaskan 5 Tersangka Dugaan Plot Bom di Pangkalan Udara RAF Fairford
Willy Haryono • 30 September 2026 12:18
London: Kepolisian antiterorisme Inggris membebaskan dengan jaminan lima tersangka dalam penyelidikan dugaan plot bom di pangkalan udara yang dioperasikan Amerika Serikat (AS) di Inggris.
Polisi telah mengonfirmasi pada Selasa, 29 September 2026, bahwa tidak ditemukan bahan peledak dalam tiga van yang terkait dengan kelima tersangka.
Kepala Kepolisian Antiterorisme Inggris, Laurence Taylor, menegaskan kelima tersangka yang seluruhnya merupakan warga negara Inggris berusia 20-an itu dikenai sejumlah persyaratan ketat dan “tetap sepenuhnya dalam penyelidikan."
“Sekarang saya memahami mengapa perkembangan ini mengejutkan sebagian pihak, tetapi saya ingin menegaskan kembali bahwa ini merupakan keputusan dalam proses penyelidikan yang didasarkan pada pengalaman dan strategi,” ujarnya sebagaimana dilansir The Huffington Post.
Garis polisi masih dipasang di sekitar tiga van yang ditemukan di dekat pangkalan Fairford pada Selasa, sementara polisi bersenjata dan petugas antiterorisme terus memeriksa lokasi kejadian.
Sebelumnya, ahli penjinak bom dari Angkatan Darat Inggris menggunakan robot untuk memeriksa ketiga van tersebut. Taylor mengatakan “sejumlah bensin ditemukan” dari dalam van, tetapi tidak ada bahan peledak yang ditemukan.
Trump Kaget Lima Tersangka Dibebaskan
Presiden AS Donald Trump mengatakan kepada wartawan pada Senin lalu bahwa dirinya terkejut setelah lima pemuda asal Inggris yang ditangkap pada Minggu karena dicurigai melakukan pelanggaran terkait bahan peledak dan terorisme di dekat pangkalan RAF Fairford dibebaskan sehari kemudian.“Saya tidak akan melakukan itu,” ujar Trump.
Diketahui pangkalan tersebut telah digunakan oleh pesawat pengebom AS selama puluhan tahun dalam berbagai konflik di Timur Tengah, termasuk perang dengan Iran tahun ini. Detektif antiterorisme mengatakan mereka tengah menyelidiki “berbagai kemungkinan”, termasuk apakah para tersangka memiliki kaitan dengan Iran. Iran membantah terlibat dalam kasus tersebut.
Taylor, kepala kepolisian antiterorisme, mengatakan penyelidikan mencakup kemungkinan bahwa dugaan pelanggaran tersebut dilakukan oleh “proksi atau individu, baik secara sadar maupun tidak, yang bekerja untuk kepentingan negara asing.”
Penyidik belum menyimpulkan apakah insiden tersebut didukung oleh suatu negara atau apa motif di baliknya, tetapi pihak berwenang telah mengisyaratkan kemungkinan keterlibatan Iran.
Mereka juga menyelidiki kemungkinan kaitan dengan Rusia atau kelompok militan non-negara. RAF Fairford juga menjadi lokasi aksi protes kelompok aktivis antiperang.
Iran dan kelompok militan yang bersekutu dengannya sebelumnya sempat dituduh merencanakan atau melancarkan serangan terhadap target-target AS, Inggris, dan komunitas Yahudi. Mereka diduga bertindak melalui proksi lokal, sementara Iran membantah bertanggung jawab atas serangan tersebut. (Razaqa Hariz)
Baca juga: Inggris Tangkap 5 Pria Dekat Pangkalan yang Digunakan AS, Ada Dugaan Terorisme