Kondisi fasilitas pagar Taman Ruang Publik Terpadu Ramah Anak (RPTRA) Pedongkelan, Kapuk, Cengkareng, Jakarta Barat. Foto: ANTARA/HO-Sudin Tamhut Jakbar.
Pagar hingga Lampu RPTRA Pedongkelan Lenyap Dicuri Oknum
Fachri Audhia Hafiez • 28 September 2026 18:24
Jakarta: Sejumlah sarana dan prasarana di Ruang Publik Terpadu Ramah Anak (RPTRA) Pedongkelan, Kapuk, Cengkareng, Jakarta Barat, hilang dicuri oknum tidak bertanggung jawab. Berbagai fasilitas publik mulai dari lampu taman, pagar besi, hingga kelengkapan lainnya dilaporkan lenyap secara bertahap dari lokasi.
"Laporan dari Satpel Tamhut kecamatan memang hilang, ada yang dicuri," kata Kepala Suku Dinas Pertamanan dan Hutan Kota (Tamhut) Jakarta Barat Dirja Kusuma saat dihubungi di Jakarta, dilansir Antara, Senin, 28 September 2026.
Baca Juga :
Pihak Sudin Tamhut Jakbar hingga saat ini belum membuat laporan resmi kepada kepolisian. Dirja menjelaskan, sesuai prosedur operasional, laporan kepolisian semestinya diajukan terlebih dahulu oleh petugas Pengamanan Dalam (Pamdal) sebelum diteruskan oleh instansinya ke Aparat Penegak Hukum (APH).
"Belum, karena harusnya kalau sesuai arahan, dari Pamdal yang membuat laporan, nanti baru kita teruskan ke APH," ujar Dirja.
Selain diintai aksi pencurian, sejumlah fasilitas pendukung di taman tersebut mengalami kerusakan parah, seperti arena bermain anak hingga pot semen. Pihak Sudin Tamhut mengklaim telah mengecek lokasi secara langsung untuk merencanakan perbaikan.
"Kita sudah cek lokasi bersama Kepala Satuan Pelaksana (Kasatpel) di sana. Setelah dicek, rencananya kita akan memperbaiki secepatnya menggunakan material yang ada di stok kami," tutur Dirja.
Saat ini, petugas di lapangan tengah melakukan inventarisasi dan pengukuran guna mencatat total kerusakan serta kehilangan fasilitas yang ada.
"Sementara ini, tim kita sudah ke sana untuk mengukur berapa meter pagar yang dicuri. Nanti datanya akan kita tindaklanjuti," ungkap Dirja.

Ilustrasi kriminalitas. Foto: Dok. Medcom.id.
Di sisi lain, keluhan juga datang dari masyarakat sekitar yang biasa memanfaatkan fasilitas taman. Santi, 47, salah seorang warga setempat, mengaku prihatin dengan kondisi RPTRA Pedongkelan yang dinilainya sangat kontras jika dibandingkan beberapa tahun lalu.
"Kalau dibilang sekarang, mah, sudah hampir 99 persen hancur, sudah enggak kayak dulu. Pagar-pagar ini sebelah sana sudah separuh hilang. Banyak yang hilang-hilang. Hilang pada diambilin sama oknum, besi-besi dicolongin," kata Santi.
Santi menambahkan, selain pagar dan bangku yang tidak lagi utuh, lampu penerangan taman juga banyak yang padam. Kondisi ini membuat area RPTRA menjadi gelap dan tidak nyaman digunakan warga untuk beraktivitas pada malam hari.
"Dulu terang, terus bagus dilihat juga. Kita senang melihatnya, nongkrong juga betah, apalagi yang olahraga," kata Santi.